SUMATERA SELATAN — BYD mengundang media untuk menguji M6 DM di rute yang mewakili pola harian pengguna di Jakarta dan sekitarnya. Perjalanan dimulai dari kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, menuju Sentul, lalu ke Serpong, dan kembali ke titik awal. Total jarak tempuh mencapai 150 kilometer — seluruhnya dalam mode EV murni, tanpa bantuan mesin bensin sama sekali.
Rute Uji: Kombinasi Macet, Tol, dan Tanjakan Ringan
Rute pengujian sengaja dirancang untuk meniru kondisi nyata pengemudi di Jabodetabek. Dari Sudirman menuju Bundaran HI, lalu lintas sangat padat dengan kecepatan merayap. Setelah memasuki tol dalam kota menuju Jagorawi, kepadatan masih tinggi dengan kecepatan rata-rata mentok di 60 km per jam.
Memasuki kawasan Sentul, kontur jalan berubah menjadi kombinasi tanjakan dan turunan ringan khas kaki Gunung Salak. Di segmen ini, M6 DM tetap bertahan di mode listrik penuh. Perjalanan dilanjutkan ke Serpong melalui jalur tol yang lebih lancar, dengan kecepatan stabil di kisaran 60 km per jam, sebelum kembali ke Sudirman.
Hasil Uji: 65 Km/Liter, Baterai Tak Sampai Habis
Klaim BYD menyebut konsumsi BBM M6 DM bisa mencapai 65 kilometer per liter — angka yang biasanya hanya terlihat pada sepeda motor matic. Dalam pengujian gabungan beberapa media dengan unit berbeda, sisa baterai di akhir rute berkisar 20 hingga 30 persen, nyaris tanpa penggunaan bensin.
Data internal BYD dari 11 unit kendaraan di berbagai rute memperkuat temuan ini. Pada rute Jakarta-Bogor-BSD-Jakarta, hasil mencatatkan konsumsi bahan bakar bisa mencapai lebih dari 104 km per liter. Rata-rata konsumsi baterai dari 11 unit tersebut berada di kisaran 12,1 hingga 14,8 kWh, dengan rata-rata 13,8 kWh. Sementara konsumsi rata-rata bensin yang terpakai hanya 0,42 liter.
Kenapa Mesin Bensin Nyaris Tak Terpakai?
Sistem Dual Mode (DM) pada BYD M6 memungkinkan mobil beroperasi sebagai EV murni selama baterai masih memiliki daya yang cukup. Untuk rute sejauh 150 km, kapasitas baterai PHEV ini ternyata lebih dari cukup. Mesin bensin baru akan aktif ketika baterai sudah mencapai level minimum atau saat pengemudi membutuhkan akselerasi ekstrem di luar kemampuan motor listrik.
Strategi ini sangat efektif untuk pengguna harian di perkotaan. Rata-rata jarak tempuh komuter di Jakarta sekitar 40-60 kilometer per hari. Dengan jarak tempuh listrik murni yang mencapai lebih dari 100 km, mayoritas pengguna bisa menjalani aktivitas harian tanpa perlu mengisi bensin sama sekali.
Catatan Penting: Ini Bukan Data Semua Orang
Hasil uji ini didapat dalam kondisi tertentu: lalu lintas padat dengan kecepatan rendah hingga sedang, tanpa penggunaan AC ekstrem, dan tanpa beban penuh tujuh penumpang. Pengemudi dengan gaya berkendara agresif, sering menginjak pedal dalam-dalam, atau membawa muatan penuh akan mendapatkan angka konsumsi yang berbeda.
BYD M6 DM tetap menjadi pilihan menarik di segmen MPV PHEV. Dengan harga yang kompetitif, mobil ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang sulit ditandingi kompetitor di kelasnya. Namun, calon pembeli perlu menyadari bahwa angka 65 km per liter adalah skenario terbaik — real-world consumption bisa lebih rendah tergantung kebiasaan berkendara dan kondisi jalan.