MUARA ENIM — Program ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Para peserta berasal dari Angkatan VI hingga IX, dengan rincian 35 orang (Angkatan VI), 34 orang (Angkatan VII), serta 32 orang masing-masing dari Angkatan VIII dan IX.
Seluruh peserta merupakan anggota Koperasi Jasa Tani Sepakat Bersama Desa Air Enau, Koperasi Serasan Mulya Desa Sidomulyo, Koperasi Tani Mulia Desa Saka Jaya, dan Koperasi Subur Makmur Desa Muara Harapan. Pendampingan diperkuat oleh empat penyuluh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim dan dua penyuluh dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.
Teknik Panen Standar Jadi Fokus Utama
Pelatihan tidak hanya membahas teori budidaya, tetapi juga praktik panen dan pascapanen yang sesuai standar industri. Kepala Bagian Usaha Hulu PT RPN, Fandi Hidayat, menekankan pentingnya penguasaan teknik ini untuk menekan kehilangan hasil (losses) di lapangan.
"Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan praktik yang benar sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat," ujar Fandi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (25/7/2026). Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di kebun masing-masing dan disebarluaskan ke pekebun lain.
Kunjungan ke Perusahaan Sawit untuk Belajar Langsung
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta mengikuti field trip pada 23 Juli 2026 ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan. Kunjungan ini memberi kesempatan melihat langsung penerapan standar panen dan pengelolaan pascapanen di perusahaan, sehingga materi kelas bisa langsung dipraktikkan.
Investasi Jangka Panjang untuk Pekebun Rakyat
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menyebut peningkatan kapasitas pekebun di bidang panen dan pascapanen merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, mutu TBS sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu panen, teknik pemanenan, hingga penanganan pascapanen yang baik. "Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi untuk masa depan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim," katanya saat membuka pelatihan.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, menambahkan bahwa penerapan teknik panen yang benar mampu mengurangi kehilangan hasil, meningkatkan efisiensi kerja, dan memberikan keuntungan ekonomi lebih besar. "Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu meningkatkan produktivitas kebun, menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, sekaligus mendorong pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan," ujarnya.
Melalui Program SDMP 2026, BPDP bersama Ditjenbun terus memperkuat kompetensi pekebun sawit rakyat di berbagai daerah. Penguasaan teknik panen dan pascapanen sesuai standar diharapkan mampu mendongkrak pendapatan pekebun dan daya saing komoditas sawit nasional.