PALEMBANG — PT KAI (Persero) selaku operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) mencatatkan pencapaian delapan tahun pelayanan publik. Hingga semester pertama 2026, total penumpang yang telah diangkut mencapai 2.206.500 orang, dengan rata-rata harian 12.190 penumpang.
Angka ini melonjak drastis dibandingkan masa awal operasional pada 2018 yang hanya mencatat rata-rata 3.000 penumpang per hari. LRT Sumsel pertama kali difungsikan untuk mendukung transportasi atlet pada perhelatan Asian Games ke-18 tahun 2018.
Tarif Mulai Rp5.000, Frekuensi Perjalanan Ditambah Bertahap
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan layanan seiring bertambahnya jumlah pengguna. Tarif yang diterapkan tetap terjangkau: Rp5.000 untuk antarstasiun selain Stasiun Bandara, dan Rp10.000 untuk rute menuju atau dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin II.
Frekuensi perjalanan juga bertambah secara bertahap. Dari 52 perjalanan per hari pada awal beroperasi, kini menjadi 94 perjalanan per hari. Penambahan dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, terutama saat ada event nasional atau kegiatan khusus di Palembang.
LRT Jadi Bagian Budaya Bertransportasi Masyarakat Sumsel
"Delapan tahun beroperasi, LRT Sumsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang," ujar Aida Suryanti dalam keterangan resmi.
Menurut Aida, pihak operator bersama BPKARSS berkomitmen menjaga ketepatan waktu perjalanan, memperpendek waktu tunggu antar kereta (headway), serta meningkatkan integrasi moda transportasi lain. Fasilitas pendukung di stasiun-stasiun juga terus ditambah dan diperbaiki.
Kemudahan Pembayaran dan Fasilitas di 13 Stasiun
LRT Sumsel saat ini melayani naik turun penumpang di 13 stasiun yang tersebar di Palembang. Untuk meningkatkan kenyamanan, PT KAI menyediakan berbagai pilihan alat pembayaran elektronik bagi pengguna jasa. Sistem pembelian tiket pun dirancang agar lebih mudah diakses masyarakat.
Peningkatan jumlah perjalanan menjadi 94 per hari dinilai sejalan dengan tren kenaikan jumlah penumpang yang konsisten sejak 2018. Dengan rata-rata harian di atas 12.000 penumpang, LRT Sumsel menjadi salah satu moda transportasi massal andalan di luar Pulau Jawa.