PALEMBANG — Puluhan pekebun dari Kabupaten Empat Lawang tak sekadar duduk di kelas selama mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit pekan lalu. Mereka juga mempraktikkan langsung cara mengukur keasaman tanah dengan pH meter, menguji karakteristik pupuk, hingga menyortir tandan buah segar (TBS) di stasiun sortasi perusahaan perkebunan.
Pelatihan yang digelar di Benston Hotel, Palembang, itu merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit. Program ini hasil kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training. Peserta dibagi dalam empat angkatan, yakni Angkatan X, XI, XII, dan XIII.
Dari Kelas ke Kebun: Praktik Nyata Pengelolaan Sawit
Selama enam hari, para pekebun mendapatkan materi yang mencakup seluruh tahapan budidaya, mulai dari regulasi dan kebijakan sektor perkebunan, penggunaan benih unggul dan legal, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, hingga pemanfaatan tanaman penutup tanah (legume cover crop). Materi lain mencakup pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), pengendalian gulma, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Dalam sesi diskusi, para pekebun menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan—mulai dari pemilihan bibit unggul, pengelolaan kebun di lahan berbukit, teknik pemangkasan (pruning), hingga strategi pemupukan yang lebih efektif. Dari diskusi itu, peserta memperoleh solusi praktis yang bisa langsung diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing.
Kunjungan ke PT Dutareka Mandiri: Empat Titik Pembelajaran
Puncak kegiatan adalah kunjungan lapangan ke PT Dutareka Mandiri. Di lokasi itu, peserta mempelajari penerapan teknik budidaya melalui empat titik pembelajaran: area pembibitan (nursery), areal TBM, areal TM, dan stasiun sortasi.
Di area pembibitan, peserta mempelajari proses pengelolaan benih dan bibit unggul sesuai standar perusahaan. Di areal TBM, mereka mempraktikkan teknik kastrasi serta pengendalian gulma untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman muda. Sementara di areal TM, peserta dibimbing melakukan pemangkasan pelepah sesuai standar budidaya guna menjaga produktivitas tanaman sekaligus mempermudah proses panen.
Kegiatan lapangan ditutup di stasiun sortasi. Setiap kelompok diminta menyortir 20 tandan buah segar (TBS) berdasarkan tingkat kematangan dan kualitas sesuai standar perusahaan. Praktik ini memberikan pemahaman soal pentingnya pengendalian mutu untuk meningkatkan kualitas serta nilai jual hasil panen.
Pembukaan Resmi dan Target Keberlanjutan
Pelatihan dibuka secara resmi oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Hadir mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), M. Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan. Turut hadir mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Mula Putra, selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi. Untuk memperkaya materi, pelatihan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi perkebunan kelapa sawit.
BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan. Dengan kapasitas pekebun yang semakin baik, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Empat Lawang diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat daya saing industri sawit nasional yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.