PALEMBANG — Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan penurunan. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Pemprov Sumsel mengambil langkah cepat dengan memperpanjang jam operasional belasan SPBU di Palembang hingga 24 jam penuh.
13 SPBU 24 Jam dan 8 SPBU Shift Malam
Kebijakan ini berlaku mulai pekan ini. Sebanyak 13 SPBU di Palembang dan sekitarnya kini melayani pembelian BBM tanpa henti. SPBU tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari Lemabang, Sekojo, Sukarno Hatta, Poligon, KM 12, hingga Simpang Bandara dan Asrama Haji.
Selain itu, delapan SPBU lainnya melakukan penyesuaian operasional pada pukul 21.00 hingga 05.00 WIB. Delapan SPBU itu antara lain Simpang BLK, Kenten Permai, Sukamto, Kertapati, Satu Ulu, Tujuh Ulu, Puntikayu, dan OPI di Banyuasin.
Hasil Sidak dan Pengetatan Pengawasan BBM Subsidi
Langkah ini merupakan hasil sidak yang digelar pada Selasa (14/1) oleh Pemprov Sumsel bersama aparat penegak hukum. Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah titik kemacetan akibat antrean kendaraan yang mengular, terutama untuk jenis Biosolar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memantau pola konsumsi masyarakat dan memperkuat koordinasi dengan BPH Migas serta Hiswana Migas. “Kami terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan agar penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Pasokan Dipastikan Aman, Distribusi Dievaluasi Harian
Pertamina memastikan stok BBM di seluruh terminal dan SPBU dalam kondisi aman. Penyesuaian distribusi dilakukan secara harian berdasarkan kebutuhan di lapangan. Selain menambah jam operasional, pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi juga diperketat untuk mencegah penyimpangan.
Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah daerah bersama Pertamina akan terus mengevaluasi situasi di lapangan dan membuka kanal pengaduan jika ditemukan kembali antrean panjang di SPBU tertentu.