Konfercab V menjadi forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang. Sidang yang dipimpin oleh Ahmad Yuzril Azami, M. Arief Rizky, dan M. Alif Assidiq berlangsung dinamis sebelum akhirnya seluruh peserta sepakat menetapkan satu nama. Keputusan aklamasi untuk Malik Nurrohim disambut tepuk tangan meriah dan lantunan salawat sebagai wujud kebersamaan.
Ketua Demisioner PC IPNU Kota Palembang, Muhammad Arif Rizky, menekankan bahwa konferensi ini bukan soal kalah atau menang. “Ini adalah momentum memastikan estafet perjuangan terus menyala. Saya percaya kepengurusan yang baru mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun,” ujarnya dalam sambutan.
Pesan untuk Kepengurusan Baru: Inovasi dan Kaderisasi
Sekretaris PW IPNU Sumatera Selatan, Ahmad Yuzril Azami, mengapresiasi kedewasaan kader dalam berdemokrasi. “Regenerasi adalah jantung organisasi. Ketika kader mampu bermusyawarah dengan baik, menghargai perbedaan, lalu kembali bersatu setelah keputusan ditetapkan, itulah kemenangan organisasi yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Yuzril berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi gerakan dan memperkuat kaderisasi. Targetnya, PC IPNU Kota Palembang bisa menjadi salah satu cabang terbaik di Sumatera Selatan.
Komitmen Malik Nurrohim: Satu Barisan untuk Pelajar NU
Dalam sambutan perdananya, Malik Nurrohim menegaskan bahwa amanah ini adalah tanggung jawab bersama. “Hari ini tidak ada lagi kubu-kubu konferensi. Yang ada hanyalah satu barisan besar bernama IPNU Kota Palembang. Mari bergandengan tangan, menyatukan langkah, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan gerakan pelajar yang adaptif, inovatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.
Konfercab V ditutup dalam suasana khidmat dan penuh optimisme. Terpilihnya Malik secara aklamasi diharapkan menjadi awal baru bagi PC IPNU Kota Palembang untuk mencetak generasi pelajar Nahdlatul Ulama yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)