PALEMBANG — Rencana penataan kawasan Stadion Kamboja sempat memicu kekhawatiran puluhan pedagang. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akhirnya memastikan tidak akan ada penggusuran mendadak. Wali Kota Ratu Dewa menyatakan relokasi ditunda hingga skema pemindahan yang tidak merugikan usaha masyarakat rampung dibahas.
Dua Kawasan Menjadi Prioritas Penataan
Dalam pertemuan dengan perwakilan pedagang, Ratu Dewa menjelaskan ada dua titik utama yang menjadi perhatian dalam proyek penataan. Pertama, deretan kios yang berada tepat di lokasi pembangunan jogging track. Kedua, area angkringan yang selama ini menjadi pusat aktivitas kuliner malam.
“Pemerintah hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari jalan keluar yang terbaik. Sementara ini para pedagang tetap dapat berjualan seperti biasa, dan tidak ada penggusuran dalam waktu dekat,” kata Ratu Dewa, Rabu (1/7/2026).
Pedagang Akui Belum Miliki Izin Resmi
Wali Kota mengungkapkan bahwa para pedagang telah memahami status lokasi mereka yang belum mengantongi izin resmi. Meski begitu, pendekatan dialog tetap dikedepankan agar keberlangsungan usaha tidak terabaikan.
Pemkot berkomitmen melanjutkan pembangunan jogging track sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga warga. Namun, lokasi relokasi pedagang akan diupayakan masih berada di sekitar kawasan tersebut.
“Kawasan Stadion Kamboja akan tetap ditata menjadi jogging track. Sementara untuk para pedagang, kami akan kembali menggelar rapat bersama jajaran terkait agar mereka tetap bisa berusaha di lokasi yang tidak jauh dari kawasan itu,” ujarnya.
Angkringan Akan Dibenahi Lewat Program CSR Bank Sumsel Babel
Penataan tidak hanya menyasar kios permanen. Area angkringan yang kerap memakan badan jalan juga akan dirapikan. Pemkot berencana menggandeng Bank Sumsel Babel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembenahan ini.
“Lapak angkringan nantinya akan dirapikan agar lebih tertib dan tidak menutup badan jalan. Kami akan berkolaborasi dengan Bank Sumsel Babel melalui program CSR untuk mendukung penataan tersebut,” jelas Ratu Dewa.
Komunitas Pedagang Apresiasi Respons Cepat Pemkot
Ketua Komunitas Pedagang Stadion Kamboja, Huttriza, mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka ruang dialog. Menurutnya, kepastian bahwa mereka masih boleh berjualan memberikan rasa tenang di tengah ketidakpastian.
“Kami bersyukur karena aspirasi kami didengar. Yang terpenting saat ini kami masih bisa berjualan sambil menunggu solusi terbaik dari Pemerintah Kota Palembang,” tutupnya.