LAHAT — Keberhasilan ini menjadi catatan bersejarah bagi Bumi Seganti Setungguan. Sebelumnya, Lahat belum pernah sekalipun merebut mahkota juara umum di ajang MTQ tingkat provinsi. Kemenangan ini sekaligus mematahkan dominasi daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan juara.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumsel, H. Ahmad Iskandar Zulkarnaen, menegaskan hasil MTQ kali ini murni berdasarkan kemampuan peserta. Sistem penilaian menggunakan live score berbasis teknologi informasi yang membuat seluruh proses transparan.
“Juara MTQ ini murni hasil kemampuan peserta. Tidak ada yang bisa direkayasa karena seluruh penilaian berjalan terbuka dan dapat dipantau secara langsung,” tegasnya dalam sambutan di malam penutupan.
44 Peserta Tembus Final, 19 Medali Emas Diraih
Dominasi Lahat sudah terlihat sejak babak penyisihan. Kafilah tuan rumah mengirimkan 44 peserta ke final, jumlah terbanyak dibanding kontingen daerah lain. Dari total cabang yang diperlombakan, Lahat mengoleksi 19 medali emas.
Sebagai perbandingan, Kota Palembang yang berada di posisi kedua hanya meraih 15 medali emas, sementara Ogan Ilir mengantongi 8 medali emas. Keunggulan poin yang cukup signifikan ini menunjukkan pemerataan kualitas di berbagai cabang perlombaan.
Rekrutmen Terbuka dan Pembinaan Intensif Jadi Kunci
Keberhasilan Lahat disebut tak lepas dari strategi rekrutmen terbuka yang dijalankan panitia daerah. Proses seleksi dilakukan tanpa membatasi asal peserta, sehingga menjaring bakat terbaik dari seluruh pelosok kabupaten.
Setelah itu, pembinaan intensif berlangsung selama hampir satu tahun penuh. Pola ini terbukti efektif melahirkan kafilah yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat provinsi. Beberapa nama peserta menonjol di cabang bergengsi, seperti Abi Quhafa yang menjadi juara Tilawah Dewasa Putra, serta Choiru Alfi Syahrin dan Nurhidayah yang masing-masing unggul di Qira'at Mujawad Putra dan Putri.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Kafilah Lahat?
Dengan gelar juara umum ini, Lahat resmi menjadi kampiun baru MTQ Sumsel. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi modal untuk persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional yang akan datang.
Pemerintah Kabupaten Lahat diharapkan segera menyusun program pembinaan lanjutan bagi para pemenang. Regenerasi peserta dan peningkatan kualitas pembinaan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diantisipasi agar prestasi ini tidak hanya menjadi catatan satu musim.