MUARA ENIM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui program penghijauan di kawasan hutan dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan telah merealisasikan penanaman 2.218 bibit pohon di area tersebut.
Program ini tidak berhenti di angka itu. PGE masih menyiapkan 3.532 bibit yang akan ditanam secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga fungsi kawasan hutan di tengah operasional panas bumi.
Tanaman Buah untuk Pakan Satwa Liar
Sebagian bibit yang ditanam merupakan tanaman buah. PGE sengaja memilih jenis ini agar bisa menjadi sumber pakan alami bagi satwa liar yang hidup di kawasan WKP Lumut Balai. Dengan begitu, program penghijauan tidak hanya memperbaiki tutupan lahan, tetapi juga mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati.
“Bagi kami, pengembangan panas bumi dan kelestarian alam adalah hal yang tidak dapat terpisahkan. Sumber daya panas bumi sangat bergantung pada terjaganya ekosistem di sekitarnya,” ujar General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro, dalam siaran pers, Senin (29/6).
Ia menambahkan, jika kondisi lingkungan mengalami kerusakan, potensi panas bumi juga ikut terancam. Program penghijauan ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan keseimbangan itu tetap terjaga.
Implementasi Prinsip ESG
Program penghijauan di WKP Lumut Balai merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi landasan operasional perusahaan. PGE ingin menciptakan nilai berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Melalui program ini, PGE Area Lumut Balai menegaskan komitmennya untuk mewujudkan operasional panas bumi yang ramah lingkungan. Perusahaan juga ingin memastikan kawasan hutan tetap lestari dan habitat satwa liar tetap terjaga.
PGE sendiri merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, yang berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.