Pencarian

Prabowo Tutup 800 BUMN Merugi, Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:30:44 WIB
Prabowo Tutup 800 BUMN Merugi, Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Prabowo umumkan rencana penutupan hingga 800 BUMN yang merugi untuk efisiensi anggaran.

SUMATERA SELATAN — Dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026, Selasa (23/6), Prabowo mengaku kaget setelah mengetahui jumlah pasti perusahaan negara. "Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu, jumlahnya seribu lebih," ujarnya.

Presiden menyebut angka perusahaan yang sudah ditutup saat ini mencapai 240 entitas. Namun, target ke depan jauh lebih besar. "Kalau tidak salah, kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara. Minimal 700 lah," tegas Prabowo di hadapan para ulama.

Rugi Terus, Direksi Masih Minta Bonus

Prabowo menyoroti ironi di banyak BUMN: perusahaan merugi bertahun-tahun, namun jajaran direksi dan komisaris tetap menerima gaji tinggi dan bahkan meminta bonus. "Sudah rugi, minta bonus lagi," sindirnya.

Ia menilai praktik semacam itu tidak sehat dan harus dihentikan. Negara, menurutnya, tidak boleh terus-menerus membiayai struktur manajemen yang tidak produktif. "Nggak ada yang untung, rugi terus," tambah Prabowo.

Penutupan BUMN: dari Penghematan ke Pemberantasan Korupsi

Langkah penutupan ini tidak hanya soal efisiensi anggaran. Prabowo menduga sejumlah BUMN bermasalah menjadi sarang praktik korupsi. "Caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka. Jadi saya perintahkan, selidiki semuanya," tegasnya.

Ia mengklaim, dari penutupan 240 perusahaan yang sudah dilakukan, negara telah menghemat triliunan rupiah. Angka ini diperkirakan akan membengkak seiring bertambahnya jumlah BUMN yang dilikuidasi.

Prabowo menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari agenda besar pembenahan tata kelola keuangan negara. Aset milik rakyat, kata dia, harus dikelola lebih efisien, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat — bukan justru menjadi beban APBN.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian BUMN belum memberikan pernyataan resmi mengenai daftar perusahaan yang masuk dalam daftar penutupan. Namun, sinyal dari Istana sudah jelas: perusahaan pelat merah yang tidak sehat tidak akan mendapat toleransi.

Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks