PALEMBANG — Empat ikon bersejarah Kota Palembang kini diabadikan dalam seri prangko terbaru yang diluncurkan Pemkot setempat. Prasasti Kedukan Bukit, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Gedung Ledeng, dan Jembatan Ampera menjadi gambar utama yang merepresentasikan perjalanan panjang kota berusia lebih dari satu milenium ini.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, prangko tersebut dirancang sebagai simbol identitas sejarah yang diwariskan lintas generasi. "Melalui prangko ini, kita memperkenalkan wajah dan jiwa Kota Palembang kepada masyarakat luas hingga mancanegara," ujarnya di Palembang, Senin.
Bukan Sekadar Alat Kirim Surat
Pemkot Palembang menegaskan bahwa peluncuran prangko ini memiliki dimensi yang lebih luas dari fungsi konvensionalnya. Di era digital, benda filateli ini justru menjadi medium untuk mendokumentasikan warisan budaya secara fisik dan artistik.
Empat ikon yang dipilih memiliki narasi sejarah yang kuat. Prasasti Kedukan Bukit menjadi bukti kejayaan Kerajaan Sriwijaya, sementara Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menyimpan rekam jejak sejarah dan budaya Palembang. Gedung Ledeng dipilih sebagai simbol pemerintahan kota, dan Jembatan Ampera sebagai ikon monumental yang dikenal di mata dunia.
Tiga Pilar Pembangunan di Usia 1.343 Tahun
Aprizal menekankan bahwa pembangunan Palembang tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Penguatan identitas dan pelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan dengan kemajuan kota.
Tema hari jadi tahun ini membawa tiga pilar utama. Pertama, Palembang Berdaya yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Kedua, Palembang Sejahtera yang menitikberatkan pada peningkatan pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga, Palembang Berbudaya menjadi komitmen menjaga akar sejarah di tengah arus modernisasi.
Songket Masuk Agenda Ekonomi Kreatif
Rangkaian perayaan HUT ke-1.343 juga dimeriahkan oleh Lomba Fashion Wastra Palembang. Melalui agenda ini, Pemkot Palembang mendorong kain tradisional seperti Songket agar bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi kreatif.
Harapannya, industri Songket mampu mengangkat kesejahteraan para pengrajin lokal. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghidupkan sektor UMKM berbasis budaya yang selama ini menjadi denyut nadi ekonomi warga.
Di akhir acara, Sekda mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta media massa untuk memperkuat sinergi. "Mari bersama membangun Palembang menjadi kota yang maju, nyaman, dan tetap menjunjung tinggi nilai luhur budayanya," pungkasnya.