SUMATERA SELATAN — Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan dari warga pada malam kejadian dan langsung menurunkan petugas piket fungsi ke lokasi.
"Petugas menemukan seorang remaja pelajar SMP dalam kondisi mengalami luka pada bagian betis kaki kanan," kata Maman dalam keterangannya, Sabtu (6/6).
Kronologi dan Penanganan Awal oleh Polsek Parung
Usai ditemukan, petugas memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke Puskesmas Parung untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga segera menghubungi keluarga korban guna memastikan pendampingan.
Maman menjelaskan, berdasarkan informasi awal, korban diduga terlibat tawuran antarkelompok. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
"Kami mengedepankan langkah-langkah perlindungan terhadap anak serta upaya pencegahan kenakalan remaja yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas," ungkapnya.
Imbauan Polisi: Pengawasan Media Sosial dan Aktivitas Malam
Polsek Parung menyoroti penggunaan media sosial sebagai salah satu pemicu tawuran. Maman mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.
"Media sosial kerap menjadi sarana komunikasi maupun pemicu terjadinya tawuran," tambah dia.
Kasus tawuran pelajar di Bogor ini menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah kekerasan remaja. Polisi terus melakukan patroli dan sosialisasi di wilayah rawan.