PALEMBANG — Dukungan Kilang Plaju terhadap PLTMh di Dusun Rantau Dedap berjalan seiring semangat Hari Listrik Nasional ke-81 yang mengusung tema "Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia". Listrik yang dihasilkan tidak hanya dipakai untuk penerangan rumah, tetapi juga lampu jalan dan tempat ibadah.
Ketersediaan daya itu mengubah ritme kerja warga. Pengolahan hasil pertanian yang sebelumnya bergantung pada waktu siang kini bisa berjalan lebih lentur, terutama saat panen datang bersamaan.
Dari Biji Kopi hingga Selai Stroberi: Produk yang Lahir Setelah Listrik Masuk
Warga mengolah biji kopi menjadi Kopi Muara Cawang, kentang menjadi donat, dan stroberi menjadi selai. Ketiga produk itu memberi nilai tambah pada hasil pertanian setempat yang sebelumnya dijual mentah.
Energi yang tersedia juga menopang aktivitas di kawasan wisata Danau Deduhuk dan Rantau Dedap. Fasilitas umum yang terang memperpanjang waktu layanan, sementara pelaku usaha kecil mendapat ruang untuk memproduksi lebih banyak.
Bukan Sekadar Lampu: Energi sebagai Pintu Ekonomi Warga Semende
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Perliansyah, menyebut momentum Hari Listrik Nasional sebagai pengingat peran energi yang lebih luas dari sekadar penerangan.
"Bagi kami, energi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan listrik. Energi juga dapat mendukung kegiatan masyarakat dan membuka peluang ekonomi melalui pengembangan potensi lokal. Melalui program TJSL, kami berupaya mendukung pemanfaatan potensi alam agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian wilayah," ujar Perliansyah.
Aliran Air Jadi Sumber Energi Terbarukan di Kaki Bukit Semende
PLTMh memanfaatkan aliran air sebagai sumber energi terbarukan, sehingga ikut mendiversifikasi pasokan listrik di wilayah itu. Pilihan teknologi ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance yang dipegang Kilang Plaju.
Dari sisi lingkungan, pembangkit mikrohidro menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk penerangan skala dusun. Dari sisi sosial, listrik membantu warga menjalankan usaha berbasis potensi lokal tanpa harus merantau.
Mendukung SDGs 7 dan 13 di Muara Enim
Inisiatif di Desa Segamit mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Kedua target itu bersinggungan langsung dengan kehidupan 175 jiwa yang kini menikmati listrik dari aliran sungai di sekitar dusun.
Bagi warga Rantau Dedap, yang paling terasa bukan angka kapasitas 12 kWh, melainkan lampu yang menyala saat malam dan olahan hasil kebun yang bisa dikerjakan kapan saja. Kilang Plaju menyebut program TJSL akan terus diarahkan pada pemanfaatan potensi alam setempat.