Pencarian

Wali Kota Palembang Ratu Dewa Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Tiga Karakter Generasi Masa Depan

Rabu, 28 Oktober 2026 • 14:31:01 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Tiga Karakter Generasi Masa Depan
Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lapangan Sekretariat Pemkot Palembang.

PALEMBANG — Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 digelar di lapangan belakang Sekretariat Pemkot Palembang dengan cuaca sedikit mendung dan udara sejuk. Ratu Dewa membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI di hadapan peserta upacara. Amanat tersebut sejalan dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Prima Salam, yakni mewujudkan Palembang Cerdas untuk generasi muda.

Mengapa Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni Tahunan

Ratu Dewa menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. Semangat persatuan dan perjuangan harus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa.

"Kita ingin membangun Indonesia yang maju," ujarnya.

Pernyataan itu menjadi pijakan bagi pesan berikutnya tentang makna kemajuan yang sesungguhnya. Menurut Ratu Dewa, kemajuan tidak diukur dari fisik bangunan atau kecanggihan teknologi semata.

"Ya, kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah," ungkapnya.

Tiga Karakter yang Harus Dimiliki Generasi Masa Depan

Ratu Dewa menjabarkan tiga karakter utama yang perlu dibentuk pada generasi penerus. Pertama, patriotik, yakni mencintai Indonesia bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui pengabdian dan tindakan nyata.

Kedua, gigih. Karakter ini berarti tidak menyerah saat menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Ketiga, berempati. Generasi muda diminta tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya. Empati berarti tidak berpaling ketika melihat rakyat membutuhkan pertolongan.

"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya serta kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," tegasnya.

Kemajuan Sejati Dimulai dari Hati yang Mencintai Tanah Air

Dalam amanat tersebut, Ratu Dewa menyebut kemajuan sejati berawal dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama. Pesan itu menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan daerah.

Ia menutup amanat dengan ajakan membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.

"Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama," tutupnya usai membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritamusi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks