Pencarian

Startup Fermi Explorer Target Luncur Roket ke Alpha Centauri 2029 dengan Dana Rp265 Miliar

Selasa, 08 September 2026 • 19:34:01 WIB
Startup Fermi Explorer Target Luncur Roket ke Alpha Centauri 2029 dengan Dana Rp265 Miliar
Wahana antariksa Fermi Explorer ditargetkan meluncur pada 2029 dengan muatan 1 kilogram menuju Alpha Centauri.

SUMATERA SELATAN — Wahana tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 80 ribu tahun untuk tiba di tujuan. Angka ini menunjukkan bahwa misi ini dirancang melampaui batas usia manusia — sebuah proyek warisan antar generasi, bukan sekadar pencapaian teknologi jangka pendek.

Mengapa Butuh 80 Ribu Tahun?

Fermi Explorer tidak menggunakan roket konvensional. Perusahaan mengandalkan sistem pendorong bertenaga surya yang dikembangkan oleh laboratorium riset fisika AI, Physical Superintelligence. Teknologi ini bekerja dengan meningkatkan kecepatan wahana secara bertahap melalui manuver pembakaran.

Setelah peluncuran pada 2029, wahana akan mengelilingi Matahari selama 12 tahun untuk mengumpulkan kecepatan. Baru setelah mencapai kecepatan yang ditargetkan, wahana akan meluncur keluar dari tata surya dan memulai perjalanan antarbintangnya.

Muatan 1 Kilogram dan Salinan Golden Record

Wahana ini akan membawa muatan seberat 1 kilogram yang disimpan dalam kotak pelindung berukuran 10 x 10 sentimeter. Fermi Explorer membuka periode pengajuan proposal selama tiga bulan bagi ilmuwan dan seniman yang ingin mengirimkan karya atau instrumennya ke Alpha Centauri.

Misi ini juga akan menyertakan salinan digital dari Golden Record milik wahana Voyager, serta kumpulan pesan dari anak-anak di seluruh dunia. Langkah ini dimaksudkan untuk merekam jejak peradaban manusia dalam perjalanan antariksa paling panjang yang pernah direncanakan.

Belajar dari Kegagalan Breakthrough Starshot

Rencana Fermi Explorer muncul setelah proyek serupa bernama Breakthrough Starshot yang digagas pengusaha teknologi Yuri Milner pada 2016. Proyek dengan dana US$100 juta itu hingga kini belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi.

"Kami tidak ingin menjadi Breakthrough Starshot yang lain. Kami bertekad untuk benar-benar meluncurkan sesuatu," tegas Johnston dalam pernyataannya, Senin (6/9).

Fermi Explorer sadar bahwa wahana yang mereka kirim tidak akan mencapai Alpha Centauri dalam rentang hidup para pendirinya. Namun, Johnston menyebut justru itulah esensi misi ini.

"Tak seorang pun dari kita akan berada di sini ketika perjalanan ini berakhir, dan itulah intinya," ujarnya.

Voyager Jadi Tolok Ukur

Sepanjang sejarah manusia, hanya dua roket yang berhasil keluar dari tata surya: Voyager 1 dan 2. Voyager 1 tercatat sebagai objek buatan manusia dengan jelajah terjauh, melaju hampir 70 ribu kilometer per jam dan telah menempuh 25,67 miliar kilometer sejak diluncurkan pada 1977.

Mantan perwira Angkatan Udara AS, Garrett Jameson, yang memimpin operasional harian misi ini, menilai proyek Fermi Explorer mengajarkan bahwa manusia tidak perlu menunggu kondisi sempurna untuk memulai sesuatu yang besar.

"Kita dapat merangkul keterbatasan, membangun apa yang mungkin dilakukan sekarang, dan memberikan sesuatu yang bermakna bagi generasi berikutnya untuk dikembangkan," terang Jameson.

Dengan pendekatan bertahap dan biaya yang relatif kecil dibanding proyek antariksa pemerintah, Fermi Explorer berharap misi ini menjadi pijakan pertama eksplorasi antarbintang yang benar-benar terealisasi, bukan sekadar wacana.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks