Pencarian

BSI Catat Laba Bersih Rp4,16 Triliun di Semester I 2026, Aset Tembus Rp464,5 Triliun

Senin, 07 September 2026 • 15:22:01 WIB
BSI Catat Laba Bersih Rp4,16 Triliun di Semester I 2026, Aset Tembus Rp464,5 Triliun
Berikut adalah 3–5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan:

SUMATERA SELATAN — Emiten perbankan syariah pelat merah ini juga mencatatkan total aset sebesar Rp464,5 triliun pada periode yang berakhir Juni 2026. Realisasi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah terus menguat sejak bank hasil merger tiga bank syariah BUMN itu berdiri.

Dari sisi intermediasi, BSI menyalurkan pembiayaan senilai Rp340 triliun atau naik 16 persen secara tahunan. Adapun struktur pendanaan perseroan kian solid, tercermin dari proporsi current account saving account (CASA) yang berada di level 61 persen dan cost of fund yang berhasil ditekan menjadi 2,19 persen.

Rekor Jumlah Nasabah dan Ekspansi Ekosistem Digital

Pencapaian kinerja keuangan itu beriringan dengan pertumbuhan basis pelanggan. Manajemen BSI mencatat jumlah nasabah mencapai 24,3 juta orang hingga akhir Juni 2026, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah pendirian perusahaan.

Lonjakan jumlah nasabah tersebut tidak terlepas dari penguatan layanan digital. Platform super apps BYOND by BSI kini telah diunduh dan digunakan oleh 7,2 juta pengguna. Sementara itu, platform digital untuk layanan korporasi, BEWIZE by BSI, telah dipercaya oleh 48 ribu pelaku usaha.

Pada segmen spesifik, perseroan melaporkan telah melayani 7,69 juta nasabah haji dan lebih dari 1 juta nasabah emas. Kedua segmen ini menjadi lini bisnis andalan yang membedakan BSI dari kompetitor perbankan konvensional maupun syariah lainnya.

Inovasi Kartu Pembiayaan Syariah Perdana di Indonesia

Untuk memperluas pasar ritel, BSI meluncurkan produk terbaru bernama Hasanah KKI Card Digital pada paruh pertama tahun ini. Produk tersebut diklaim sebagai kartu pembiayaan berbasis syariah pertama di Indonesia yang menggabungkan fungsi pembayaran digital dengan prinsip kepatuhan syariah.

Langkah ini menunjukkan BSI tidak hanya fokus pada pertumbuhan organik dari sisi simpanan dan pembiayaan, tetapi juga berupaya merebut pangsa pasar transaksi digital yang selama ini didominasi oleh bank-bank konvensional besar.

Kinerja Solid di Tengah Tekanan Likuiditas Industri

Capaian BSI pada semester I 2026 terbilang positif di tengah ketatnya persaingan perebutan dana murah di industri perbankan nasional. Kemampuan perseroan menjaga rasio CASA di atas 60 persen menjadi modal penting untuk mempertahankan margin keuntungan di tengah tren suku bunga tinggi.

Efisiensi biaya dana yang berhasil diturunkan ke level 2,19 persen juga memberikan ruang bagi BSI untuk tetap kompetitif dalam menetapkan harga pembiayaan. Dengan fundamental yang kuat, perseroan dinilai memiliki daya tahan yang baik untuk menghadapi potensi perlambatan ekonomi global maupun domestik pada paruh kedua tahun ini.

Ke depan, fokus BSI diprediksi akan tertuju pada peningkatan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan ekspansi layanan digital untuk menggenjot pendapatan berbasis komisi (fee based income). Investor akan mencermati kemampuan perseroan dalam menjaga tren pertumbuhan laba hingga akhir tahun.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks