LAHAT — Ribuan pandang mata tertuju ke lapangan upacara SMP Negeri 1 Lahat Selatan saat gerbang dibuka. Ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan di Kabupaten Lahat memadati area tersebut untuk mengikuti apel besar puncak peringatan Hari Pramuka ke-65, Kamis (3/9/2026). Marching band dari sekolah tuan rumah menyambut para peserta dan tamu undangan dengan alunan musik yang menambah semarak suasana.
Fitrizal Homizi hadir sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Baginya, ini adalah momentum refleksi atas perjalanan panjang gerakan kepanduan di tanah air.
"Kita telah melalui 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka. Hal ini merupakan perjalanan yang cukup panjang dengan penuh pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat," ujarnya di hadapan peserta.
Dari Pembentukan Karakter Menuju Aksi Nyata
Menurut Fitrizal, gerakan Pramuka telah terbukti melahirkan generasi-generasi yang berkontribusi di berbagai sektor kehidupan. Mulai dari pemimpin daerah, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, hingga relawan kemanusiaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma disebutnya menjadi pondasi utama yang membentuk pribadi tangguh dan adaptif menghadapi perubahan zaman.
"Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat, dan sejahtera," lanjutnya.
Lebih jauh, tema peringatan tahun ini diartikan sebagai panggilan aksi bagi setiap anggota Pramuka untuk turun tangan membantu pemerintah menyelesaikan isu pangan. Persoalan ini, tegas Fitrizal, tidak bisa dilihat hanya dari kacamata sektor pertanian semata.
"Kami memandang bahwa persoalan pangan bukan semata-mata persoalan pertanian. Di dalamnya terdapat pendidikan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta persiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya," jelas Fitrizal dalam rilis yang diterima redaksi.
Membekali Anggota Menghadapi Tantangan Zaman
Salah satu sorotan penting dalam sambutannya adalah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Fitrizal menyebut perubahan iklim, disrupsi teknologi digital dan kecerdasan buatan, serta dinamika politik dan ketahanan energi sebagai sejumlah perubahan cepat yang tak bisa dihindari. Di sisi lain, persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, kekerasan, penyebaran hoaks, dan perjudian juga menjadi ancaman nyata bagi karakter generasi muda.
Untuk itu, pendidikan kepramukaan dianggap memiliki peran strategis untuk membekali anggota dengan kemampuan yang relevan. Melalui metode belajar yang terus berkembang dari learning by doing menjadi proses belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan di lapangan, gerakan Pramuka berupaya membangun generasi yang mandiri dan produktif.
"Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yaitu generasi yang berkarakter, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian untuk bangsa dan negara," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Fitrizal juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, jajaran kecamatan, pimpinan gugus depan (Mabigus), TNI-Polri, orang tua, dunia usaha, media massa, serta seluruh mitra strategis atas dukungan yang selama ini diberikan untuk kemajuan Pramuka di Bumi Seganti Setungguan.