PALEMBANG — Pemerintah telah menetapkan sistem desil sebagai acuan utama dalam menentukan penerima bansos mulai tahun 2026. Sistem ini membagi tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok, dari yang paling membutuhkan hingga yang paling mampu, sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting untuk Penerima Bansos?
Desil adalah pemeringkatan kesejahteraan yang membagi masyarakat dalam sepuluh lapisan. Kelompok desil 1 merupakan yang paling miskin, sementara desil 10 adalah kelompok terkaya.
Penentuan desil tidak dilakukan sembarangan. Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengolah berbagai indikator sosial ekonomi keluarga.
Indikator Penentu Desil: Apa Saja yang Dinilai?
Ada enam indikator utama yang dinilai dalam sistem desil. Pertama, pendapatan keluarga. Kedua, kondisi rumah dan fasilitas dasar yang dimiliki.
Indikator lainnya meliputi kepemilikan aset, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, serta keberadaan anggota keluarga rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Cara Cek Desil Penerima Bansos 2026 Pakai NIK
Masyarakat bisa mengecek peringkat desil secara online melalui portal resmi yang disediakan Kementerian Sosial. Langkah pertama adalah mengakses laman cekbansos.kemensos.go.id.
Setelah itu, masukkan data wilayah tempat tinggal mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Langkah terakhir, isikan NIK KTP yang tertera di kolom yang disediakan, lalu klik "Cari Data".
Sistem akan menampilkan informasi status penerima bansos berikut peringkat desil yang dimiliki. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan secara berkala karena data dapat diperbarui sesuai kondisi terbaru.
Mengapa Pengecekan Desil Perlu Dilakukan Rutin?
Status desil seseorang bisa berubah seiring perubahan kondisi ekonomi keluarga. Misalnya, jika pendapatan keluarga meningkat atau menurun secara signifikan, peringkat desil bisa bergeser.
Dengan mengecek secara berkala, masyarakat dapat memastikan data yang tercatat di DTSEN selalu akurat. Hal ini penting agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.
Dilansir dari laman Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Cirebon, sistem desil menghilangkan penilaian subjektif dalam menentukan penerima bansos. Semua keputusan didasarkan pada data objektif yang terintegrasi.