OKU TIMUR — Sebanyak 11 agenda kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dijalankan personel Polsek Buay Madang Timur dalam sehari. Rangkaian aksi dimulai sejak pukul 08.40 WIB dengan sosialisasi dan pemasangan spanduk imbauan di Desa Kedu, lalu dilanjutkan ke Desa Sumber Asri pada pukul 10.00 WIB.
Patroli dan Edukasi Langsung ke Warga
Kapolsek Buay Madang Timur, Iptu Swisspo, menyebutkan bahwa kegiatan terpadu ini meliputi lima kali patroli wilayah dan penyebaran enam berkas maklumat langsung kepada masyarakat. Personel yang diterjunkan, di antaranya Bripka Nur Holik dan Brigadir Tedy Heryadi, mendatangi langsung pemukiman warga untuk memberikan edukasi.
“Tujuannya adalah memberikan edukasi mendalam guna meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi risiko kebakaran, sekaligus meminimalisir potensi polusi udara yang merugikan kesehatan masyarakat luas,” tegas Iptu Swisspo dalam keterangannya.
Nihil Titik Api Selama Patroli
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya titik api (nihil hotspot) maupun aktivitas pembakaran lahan selama proses patroli berlangsung. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif berkat kerja sama yang baik dari warga setempat.
Maklumat Kapolda Sumsel yang disebarkan berisi larangan tegas membakar hutan dan lahan secara sengaja. Pelanggaran terhadap maklumat tersebut dapat berujung pada proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengapa Sosialisasi Ini Penting Dilakukan Sekarang?
Musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya di wilayah Sumatera Selatan membuat lahan gambut dan semak belukar mudah terbakar. Tanpa upaya pencegahan dini, satu percikan api bisa memicu kebakaran yang meluas dan menghasilkan kabut asap tebal. Polsek Buay Madang Timur mengambil langkah proaktif dengan menyasar desa-desa yang memiliki area perkebunan luas.