PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., duduk bersimpuh di tengah ribuan jamaah yang memadati Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Ia tidak sekadar hadir sebagai pejabat keamanan, melainkan larut dalam lantunan dzikir dan doa kebangsaan yang menggema di malam itu.
Momentum itu menjadi penanda bahwa sinergi antara Polri dan tokoh agama bukan sekadar seremonial. Kegiatan Manaqib Qubro yang digelar Selasa (16/6/2026) malam itu dihadiri oleh pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Nahdlatul Ulama (NU), serta santri dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Polri Butuh Doa dan Dukungan Ulama
Dalam tausiyahnya, Kapolda menegaskan bahwa keamanan tidak bisa dibangun hanya lewat penegakan hukum. Butuh nilai-nilai spiritual yang kuat dari para ulama untuk merawat harmoni sosial.
“Polri berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai pendekatan yang membangun persatuan dan kebersamaan. Sinergi dengan ulama, pesantren, dan tokoh agama merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” tegas Sandi Nugroho.
Ia menambahkan, kepercayaan publik terhadap institusi negara harus dirawat dengan pendekatan kebersamaan, bukan semata-mata melalui kekuatan aparat.
Rombongan Pejabat Utama dan Sambutan Hangat Pengasuh Ponpes
Kapolda tiba di lokasi didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumsel. Tampak Karo SDM Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, Dirintelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Dirbinmas Kombes Pol Hari Purnomo ikut dalam rombongan.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh Ketua PWNU Sumsel sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin Al-Qodiri, bersama Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Syarifuddin Ya’kub. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan malam itu.
Kolaborasi Bukan Sekadar Proyek Tahunan
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menekankan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini adalah investasi sosial jangka panjang. Bukan sekadar rangkaian acara tahunan Hari Bhayangkara.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta ruang publik yang aman, damai, dan produktif,” ujarnya.
Polda Sumsel berharap hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat. Sinergi ini diyakini menjadi modal penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan ke depan.
Rangkaian Bulan Bakti Hari Bhayangkara ke-80 sendiri akan terus berlanjut. Polda Sumsel telah menjadwalkan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pelayanan publik, serta pembinaan masyarakat sebagai wujud komitmen Polri hadir lebih dekat dengan warga.