SUMATERA SELATAN — Jakarta Pertamina Enduro tak main-main dalam persiapan menuju babak Final Four Proliga 2026. Tim voli putri asal BUMN energi itu memulangkan Yana Sherban, pemain asing yang baru direkrut awal musim, dan mengembalikan duet maut antara Megawati Hangestri Pertiwi dengan Yum Hye-seon.
Keputusan di Menit Akhir: Evaluasi Taktik di Fase Penyisihan
Manajemen tim memutuskan perubahan komposisi pemain asing ini setelah mengevaluasi hasil laga penyisihan. Yana Sherban yang diplot sebagai opposite hitter dinilai belum menemukan ritme terbaiknya bersama skuad. Alhasil, pelatih memilih mengaktifkan kembali kerja sama Megawati dan Yum Hye-seon yang sudah teruji di kompetisi sebelumnya.
Keduanya sempat menjadi andalan Jakarta Pertamina Enduro pada Proliga edisi lalu. Kombinasi spike keras Megawati dan pertahanan kokoh Yum Hye-seon di posisi middle blocker menjadi momok bagi lawan. Kini, duet itu kembali dihidupkan untuk mengarungi babak empat besar yang diprediksi berlangsung sengit.
Target Final Four: Ambisi BUMN di Kancah Olahraga Nasional
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam membangun tim voli berkelas. Di luar fungsi bisnisnya sebagai perusahaan migas, Pertamina selama ini aktif mendukung olahraga nasional melalui klub-klub yang dibinanya. Jakarta Pertamina Enduro sendiri merupakan salah satu tim voli putri paling disegani di Indonesia.
Final Four Proliga 2026 akan mempertemukan empat tim terbaik. Dengan racikan pemain yang sudah saling mengenal, Pertamina berharap bisa menembus partai puncak dan merebut gelar juara. Megawati dan Yum Hye-seon diharapkan langsung nyetel tanpa perlu masa adaptasi panjang.
Keputusan mencoret Yana Sherban memang terbilang mengejutkan, mengingat ia didatangkan dengan ekspektasi tinggi. Namun, dalam kompetisi ketat seperti Proliga, hasil akhir menjadi segalanya. Manajemen memilih tidak mengambil risiko dengan mempertahankan pemain yang belum padu.
Pekan depan, Jakarta Pertamina Enduro akan memulai laga perdananya di babak Final Four. Semua mata kini tertuju pada duet Megawati-Yum Hye-seon: apakah mereka mampu mengulang keganasan seperti musim lalu dan membawa pulang trofi untuk BUMN migas tersebut.