SUMATERA SELATAN — Liburan sekolah kerap menjadi momen bagi keluarga untuk bepergian bersama. Selain kenyamanan kabin, efisiensi biaya perjalanan menjadi pertimbangan utama. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mencapai 30 persen membuat mobil listrik semakin relevan sebagai alternatif.
City Car dan SUV Listrik di Bawah Rp 300 Juta
Di kelas harga Rp 200 jutaan, BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang cukup populer. Mobil ini dibekali baterai LFP berkapasitas 30,08 kWh hingga 38,88 kWh, dengan klaim jarak tempuh mencapai 380 kilometer (NEDC) untuk varian tertinggi. Dimensinya yang relatif besar sebagai city car listrik membuatnya cocok untuk perjalanan keluarga.
Namun karena statusnya masih model baru, calon pembeli disarankan memastikan estimasi waktu pengiriman unit sebelum melakukan pemesanan.
Bagi yang mengutamakan kepraktisan di perkotaan, Changan Lumin menawarkan desain unik dengan ukuran sangat kompak. Mobil ini menggunakan baterai 28,08 kWh dan mampu menempuh jarak hingga 301 kilometer (NEDC).
SUV dan Crossover dengan Opsi Sewa Baterai
Konsumen yang menginginkan posisi duduk lebih tinggi dan kabin lebih lega bisa melirik Geely EX2 serta Jaecoo J5 EV. Kedua model ini dibanderol mulai dari Rp 230 jutaan hingga Rp 280 jutaan. Dimensi SUV yang ditawarkan membuatnya lebih cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Sementara itu, VinFast menyediakan dua opsi di segmen crossover: VF 5 dan VF e34. Keunggulan utama dari merek asal Vietnam ini adalah adanya skema sewa baterai. Dengan sistem tersebut, harga beli mobil menjadi lebih terjangkau karena konsumen tidak perlu membeli baterai di awal.
Daftar Lengkap Pilihan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan
- BYD Atto 1 — city car, baterai 30,08–38,88 kWh, jarak tempuh hingga 380 km (NEDC)
- Changan Lumin — city car kompak, baterai 28,08 kWh, jarak tempuh 301 km (NEDC)
- Geely EX2 — SUV, harga Rp 230–280 jutaan
- Jaecoo J5 EV — SUV, harga Rp 230–280 jutaan
- VinFast VF 5 & VF e34 — crossover, opsi sewa baterai
Keseluruhan model ini dipasarkan di Indonesia oleh ATPM masing-masing dengan garansi dan layanan purna jual yang berbeda. Konsumen disarankan melakukan test drive serta mengecek ketersediaan stasiun pengisian daya di area tempat tinggal sebelum memutuskan membeli.