PALEMBANG — Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Shandiyudha, bersama Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, menemui Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho di Markas Polda Sumsel, Jumat (12/6/2026). Audiensi ini menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi pengamanan aset perusahaan.
Modus Pencurian dan Jaringan Penadah Jadi Sasaran
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian kelapa sawit beserta jaringan penadahnya. Selama ini, praktik pencurian tandan buah segar (TBS) di perkebunan sawit menjadi tantangan serius yang merugikan perusahaan.
PTPN IV PalmCo saat ini tengah memperkuat sistem pengamanan internal melalui pembentukan tim intelijen internal perusahaan. Tim ini diharapkan dapat mendukung langkah-langkah preventif serta memperkuat proses penegakan hukum oleh aparat kepolisian.
Penyerobotan Lahan Melibatkan Tiga Pihak
Selain pencurian produksi, pertemuan juga membahas langkah strategis pengamanan aset yang berkaitan dengan penyerobotan maupun pendudukan lahan. Sebagian lahan operasional yang dikelola Regional VII masih merupakan aset PTPN I, sehingga koordinasi ke depan akan melibatkan tiga pihak sekaligus.
PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan Polda Sumatera Selatan sepakat membentuk tim khusus sebagai penghubung teknis di lapangan. Tim ini akan menangani sengketa lahan secara lebih terstruktur dan cepat.
Optimisme di Tengah Tantangan Operasional
Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Polda Sumsel. “Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis berbagai tantangan terkait pengamanan aset maupun produksi dapat ditangani secara lebih efektif,” ujarnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menyambut baik penguatan koordinasi ini. Menurutnya, keberadaan perusahaan perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional sehingga perlu didukung melalui situasi keamanan yang kondusif.
Sinergi Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Arya Shandiyudha menegaskan bahwa penguatan hubungan kelembagaan dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari strategi perusahaan. Selama ini, hubungan antara PTPN IV Regional VII dan Polda Sumsel telah terjalin baik melalui berbagai bentuk koordinasi dan komunikasi di lapangan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat perkebunan sawit berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Dengan pengamanan yang optimal, operasional perusahaan diharapkan berjalan sesuai koridor hukum dan bebas dari gangguan kriminal.