Pencarian

BI Naikkan Suku Bunga 25 bps di Luar Jadwal, Sinyal Darurat Demi Stabilitas Rupiah

Rabu, 10 Juni 2026 • 10:18:31 WIB
BI Naikkan Suku Bunga 25 bps di Luar Jadwal, Sinyal Darurat Demi Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 bps di luar jadwal untuk stabilisasi rupiah.

SUMATERA SELATAN — Keputusan itu diambil melalui rapat Dewan Gubernur di luar siklus bulanan. Menurut Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mekanisme ini sangat jarang terjadi. “Sebelumnya hanya pernah dilakukan saat periode gejolak pasar keuangan global yang besar, seperti episode taper tantrum pada 2013 dan tekanan nilai tukar pada 2018,” ujar Rully dalam kajiannya, Rabu (19/6).

Total Pengetatan Moneter Capai 75 bps dalam Sebulan

Kenaikan 25 basis poin terbaru melengkapi aksi bank sentral yang telah menaikkan suku bunga 50 basis poin pada Mei 2026. Hasilnya, total pengetatan moneter BI mencapai 75 basis poin dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Rully menegaskan langkah ini menunjukkan urgensi bank sentral menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

BI Aktifkan Seluruh Instrumen, Bukan Hanya Suku Bunga

Respons BI tidak berhenti pada kenaikan suku bunga acuan. Bank sentral mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan lain untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik dan menjaga stabilitas pasar. Langkah-langkah itu meliputi mendorong kenaikan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di berbagai tenor, memberikan insentif biaya lindung nilai lebih rendah bagi investor asing, membuka kembali fasilitas repo untuk perbankan, serta meningkatkan intensitas operasi moneter di pasar valuta asing.

“BI kini memanfaatkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki, bukan hanya mengandalkan BI-Rate. Ini menunjukkan fokus yang semakin kuat pada upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan menarik kembali aliran modal asing ke pasar domestik,” kata Rully.

Indonesia Paling Agresif di Antara Negara Berkembang

Dalam perspektif global, Mirae Asset mencatat Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang paling cepat beralih dari pelonggaran menuju pengetatan moneter pada 2026. Langkah BI dinilai lebih agresif dibandingkan banyak bank sentral negara berkembang lainnya. Rully menilai kebijakan itu juga mengindikasikan keinginan BI mendorong pembentukan imbal hasil surat utang pemerintah yang lebih mencerminkan mekanisme pasar, sehingga aset berdenominasi rupiah menjadi lebih kompetitif di mata investor global.

Proyeksi Rupiah dan Potensi Kenaikan Lanjutan

Ke depan, Mirae Asset memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka jika tekanan eksternal belum mereda. Risiko geopolitik yang tinggi serta potensi pelemahan rupiah dapat mendorong BI kembali menaikkan suku bunga 25 hingga 50 basis poin hingga akhir tahun. “Kami memperkirakan BI akan berupaya menjaga pergerakan rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam jangka menengah. Proyeksi ini sejalan dengan asumsi makro pemerintah untuk penyusunan kebijakan fiskal 2027,” tutup Rully.

Bagikan
Sumber: medcom.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks