KAYUAGUNG — Manajemen RSUD Kayuagung memastikan tidak ada lagi praktik diskriminasi dalam pelayanan terhadap pasien. Pernyataan itu disampaikan langsung Direktur Muhammad Tito Aristian saat meninjau langsung sejumlah unit pelayanan, Senin (18/5/2026).
“Saya tegaskan tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan di RSUD Kayuagung. Baik berdasarkan status sosial, suku, agama, golongan, jenis kepesertaan jaminan kesehatan, maupun asal daerah pasien, semuanya berhak mendapatkan pelayanan yang sama dan layak,” tegasnya.
Prinsip Pelayanan Prima dan Larangan Diskriminasi
Dalam sidak tersebut, Tito menekankan bahwa pelayanan prima bukan sekadar slogan. Ia meminta seluruh staf, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas administrasi, untuk menjadikan kenyamanan dan kesopanan sebagai standar utama.
“Layanan prima bukan sekadar janji, melainkan kewajiban yang harus dijalankan seluruh staf, dokter, perawat hingga petugas administrasi. Setiap pasien yang datang merupakan amanah yang harus dilayani dengan cepat, tepat, ramah, dan sepenuh hati,” ujarnya.
Langkah Nyata: Pembinaan Pegawai dan Perbaikan Alur Layanan
Sebagai bentuk keseriusan, manajemen rumah sakit mulai menerapkan sejumlah langkah konkret. Langkah itu meliputi pembinaan rutin terhadap pegawai, perbaikan alur pelayanan agar lebih efisien, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang kenyamanan pasien dan keluarga.
Selain itu, RSUD Kayuagung juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa pelayanannya kurang memuaskan. “Di RSUD Kayuagung semua transparan, termasuk pelayanan. Jika masyarakat menemukan atau merasakan pelayanan yang kurang baik dari tenaga kesehatan maupun petugas rumah sakit, segera laporkan. Kami akan menindaklanjuti setiap laporan secara tegas,” kata Tito.
Respons Warga: Harapan agar Aturan Diterapkan di Lapangan
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Yesi, warga Desa Batu Ampar, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya jaminan pelayanan yang setara. “Ini kabar yang sangat baik. Kami berharap aturan ini benar-benar diterapkan di lapangan, sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut atau ragu saat berobat,” ungkapnya.
Yesi juga merasakan langsung pelayanan di RSUD Kayuagung. Menurutnya, selain kebersihan lingkungan yang terjaga, petugas dinilai cepat dan responsif terhadap keluhan pasien. “Pelayanannya cepat dan responsif terhadap keluhan pasien. Hal itu membuat kami merasa nyaman. Atas nama keluarga pasien, kami mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, Direktur RSUD Kayuagung mengajak seluruh jajaran rumah sakit untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta bersama-sama menjadikan RSUD Kayuagung sebagai rumah sakit rujukan yang aman, nyaman, dan melayani dengan sepenuh hati.