PALEMBANG — Sidang penetapan peserta yang digelar di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, Kamis (4/6/2026) sore itu berlangsung hibrida. Sebanyak 523 peserta hadir langsung, sementara 1.151 lainnya mengikuti secara daring dari masing-masing Polres jajaran Polda Sumsel.
Hasilnya, 132 calon Taruna dan Taruni Akpol (118 pria dan 14 wanita) berhak melanjutkan ke tes kesehatan tahap kedua. Untuk jalur Bintara, 1.393 peserta dinyatakan lolos yang terdiri dari 1.233 Bintara PTU/SPKT, 94 Bintara Intelijen, 29 Bintara Kompetensi Khusus, dan 37 Bintara Polair. Adapun 149 peserta Tamtama juga memenuhi syarat untuk tahap selanjutnya.
Kapolda: Jangan Percaya Calo, Proses Seleksi Gratis
Dalam sambutannya, Irjen Pol Dr Sandi Nugroho mengingatkan peserta dan orang tua agar tidak tergiur iming-iming kelulusan instan. Ia menyebut prinsip BETAH—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis—menjadi pegangan utama panitia.
“Masuk menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih. Saya tegaskan kepada seluruh peserta dan orang tua, jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Proses seleksi ini gratis dan dilaksanakan secara objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegas Kapolda.
Ia juga memberi motivasi kepada peserta yang belum berhasil. “Jangan berputus asa. Jadikan ini sebagai pengalaman dan motivasi untuk memperbaiki diri. Masih banyak kesempatan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui berbagai profesi lainnya,” ujarnya.
Diawasi Internal-Eksternal, Tak Ada Jalur Khusus
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kelulusan peserta murni berdasarkan kemampuan dan kesiapan masing-masing. Menurutnya, seluruh tahapan penerimaan diawasi oleh tim pengawas internal dan eksternal.
“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Setiap peserta yang dinyatakan lolos adalah mereka yang berhasil melalui proses seleksi berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kesiapan masing-masing. Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada praktik percaloan dalam rekrutmen Polri,” ujar Kombes Pol Nandang.
Kegiatan sidang turut dihadiri Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso selaku Ketua Tim Pengawas Umum, serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo selaku Ketua Pelaksana. Rekrutmen ini merupakan bagian dari Program Presisi Polri yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan sistem seleksi berbasis kompetensi dan meritokrasi.