MUSI RAWAS — Insiden teranyar menimpa Pujianto (37), penyadap karet asal Dusun I Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri. Ia diserang saat berada di kebun di Dusun II, Desa Ciptodadi II, pada Rabu, 6 Agustus 2025. Sebelumnya, Riyanto warga Dusun I Ciptodadi II juga terluka di bagian kaki akibat serangan beruang pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Korban paling awal tercatat pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang petani bernama Junaidi (48), warga Dusun I Kertayasa, Desa Ciptodadi, diserang saat beraktivitas di perkebunan. Ketiga korban selamat, namun mengalami luka-luka.
Penyisiran dan Pemetaan Jalur Perlintasan Beruang
Menindaklanjuti rangkaian serangan, BKSDA bersama Polsek Jayaloka, Koramil Jayaloka, Pemerintah Kecamatan Sukakarya, Pemerintah Desa Ciptodadi I, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga setempat melakukan survei lokasi pada Selasa, 19 Mei 2026. Tim gabungan menyisiri area perkebunan untuk mengidentifikasi jejak kaki dan tanda-tanda keberadaan satwa liar.
Petugas juga memetakan sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan beruang madu. Pemetaan ini untuk menentukan lokasi efektif pemasangan perangkap yang telah disiapkan Tim BKSDA Kabupaten Lahat.
Imbauan ke Petani: Waspada Saat Subuh dan Siang
Selain pemasangan perangkap, personel gabungan memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan petani. Mereka diminta lebih waspada saat beraktivitas di kebun, terutama pada waktu rawan kemunculan satwa liar, yakni pagi buta dan siang hari.
Warga diimbau tidak bekerja sendirian di perkebunan dan segera melapor jika melihat pergerakan beruang di sekitar pemukiman. Tim BKSDA masih memantau situasi dan akan mengevaluasi efektivitas perangkap dalam beberapa hari ke depan.