MUARA ENIM — Tim gabungan penanggulangan karhutla di Muara Enim berhasil memadamkan tiga titik api yang terpantau di wilayah Kecamatan Lembak, Gelumbang, dan Lubai. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra mengatakan semua titik api bisa dipadamkan dalam satu hari oleh tim darat bersama satgas udara.
“Kalau titik api sampai saat ini baru terpantau tiga titik dan semuanya bisa dipadamkan dalam satu hari oleh tim darat bersama satgas udara,” ujar Rozieq, Selasa (19/5/2026).
Menurut Rozieq, titik api yang muncul bukan berada di lahan gambut sehingga proses pemadaman berjalan lebih cepat dan terkendali. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.
Hotspot Belum Tentu Firespot, Ini Penjelasan BPBD
Abdurrozieq menjelaskan, banyaknya hotspot yang terpantau satelit tidak seluruhnya merupakan kebakaran lahan. Sebab, hotspot berbeda dengan firespot yang benar-benar menunjukkan adanya api di lapangan.
“Hotspot belum tentu firespot. Firespot itu memang ada api, biasanya karena masyarakat membuka kebun,” bebernya.
Rozieq menambahkan, sejumlah hotspot yang terdeteksi di wilayah Tanjung Agung dan Tanjung Enim umumnya berasal dari aktivitas pertambangan. Selain itu, flaring pembuangan gas milik Pertamina hingga pantulan panas dari atap seng berukuran besar seperti kandang ayam juga dapat terbaca satelit sebagai hotspot.
“Kalau hotspot di Tanjung Agung dan Tanjung Enim biasanya dari tambang. Ada juga dari flaring gas Pertamina dan atap seng besar yang memunculkan panas,” katanya.
Patroli Terpadu Digelar, Perusahaan Dilarang Bakar Lahan
Untuk mengantisipasi karhutla meluas selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, BPBD Muara Enim bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni terus melakukan patroli terpadu. Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar juga digencarkan.
Pemerintah daerah telah mengimbau perusahaan-perusahaan agar tidak melakukan pembakaran lahan. Imbauan tersebut disampaikan melalui Dinas Perkebunan maupun surat edaran Bupati Muara Enim.
Abdurrozieq menegaskan, apabila ditemukan perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran lahan, aparat penegak hukum akan turun tangan. “Tak hanya itu, bantuan water bombing juga tidak akan diterjunkan kalau memang itu pembakaran lahan oleh perusahaan,” pungkasnya.