PALEMBANG — Stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Pusri di Sumatera Selatan terdiri dari Urea 9.666,20 ton dan NPK 13.018,45 ton. Ketersediaan itu diharapkan menutup kebutuhan pemupukan selama musim tanam sehingga jadwal petani tidak tergeser.
Selain menjaga stok, Pusri memeriksa kesiapan sarana penyimpanan dan jaringan distribusi. Penyaluran diarahkan menjangkau petani di kawasan pedesaan, bukan hanya sentra produksi di perkotaan.
Penyaluran Urea dan NPK Capai 94 Persen Alokasi
Realisasi penyaluran Januari hingga 4 November 2026 tercatat 306.735,25 ton. Angka itu setara sekitar 94 persen dari total alokasi tahun 2026 sebanyak 325.341 ton.
Rinciannya, pupuk Urea tersalur 120.622,10 ton dari alokasi 139.030 ton. Pupuk NPK tersalur 186.113,15 ton dari total alokasi 186.311 ton.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, menyebut kesiapan stok dan kelancaran distribusi sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
"Memasuki musim hujan, kebutuhan pupuk menjadi salah satu hal penting yang perlu dipastikan ketersediaannya bagi para petani. Oleh karena itu, Pusri terus menjaga kesiapan stok dan kelancaran jalur distribusi, khususnya di wilayah Sumatera Selatan," ujar Rustam.
Jaringan Mitra Distribusi Jadi Kunci Penyaluran ke Desa
Pusri mengandalkan jaringan mitra distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Sumsel. Jaringan itu menjadi jalur utama agar pupuk bersubsidi sampai ke desa-desa.
Rustam menambahkan, kelancaran penyaluran butuh koordinasi lintas pihak. Perusahaan, distributor, pengecer, pemerintah daerah, dan kelompok tani disebutnya sama-sama menentukan lancarnya pasokan.
"Melalui pemantauan stok, evaluasi realisasi penyaluran, serta koordinasi secara berkelanjutan dengan seluruh mitra distribusi, kami terus berupaya menjaga kelancaran penyaluran pupuk," katanya.
Imbauan ke Petani: Pastikan Data Kepesertaan Sesuai Ketentuan
Pusri mengimbau petani memeriksa data kepesertaan dan kebutuhan pupuk sebelum menebus. Data yang tidak sesuai ketentuan berpotensi membuat proses penebusan tersendat.
Dengan stok yang tersedia dan jaringan distribusi yang luas, Pusri menyatakan akan menjaga keandalan pasokan pupuk bersubsidi di Sumsel. Langkah itu diharapkan membantu petani memenuhi sarana produksi, menaikkan produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.