PALEMBANG — Rapat terbatas di Palembang itu juga dihadiri jajaran pemerintah provinsi yang menerima alokasi bantuan tahap pertama. Dana Rp100 miliar pertama mengalir ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta empat kabupaten: Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Sisanya, Rp100 miliar tahap kedua, disalurkan kepada 10 kabupaten/kota lain di provinsi tersebut. Raja Juli meminta penggunaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan prioritas kebutuhan penanganan karhutla.
Dua Titik Panas Tersisa di Sumatera Selatan
Pemantauan SiPongi Kemenhut hingga Senin 26 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB mencatat 93 hotspot tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia. Angka itu berkurang 54 titik dari sehari sebelumnya yang mencapai 147 titik.
Di enam provinsi prioritas, hotspot turun dari 26 menjadi 10 titik. Rinciannya: lima titik di Kalimantan Barat, tiga titik di Kalimantan Tengah, dan dua titik di Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau nihil hotspot.
Kemenhut mengingatkan penurunan hotspot tidak otomatis berarti karhutla tuntas. Hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, sehingga tetap perlu groundcheck di lapangan.
Padang Sugihan dan OKI Masih Butuh Pemadaman
Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut menunjukkan operasi pemadaman masih berjalan di sejumlah lokasi Sumatera Selatan. Di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, petugas menemukan titik api yang sulit dijangkau sehingga pemadaman dilanjutkan.
Di Desa Putak, Kabupaten Muara Enim, tim Manggala Agni masih menemukan asap dan melakukan penyisiran serta mopping up untuk memastikan tidak ada bara api tersisa. Kebakaran di Muara Baru, Kabupaten Ogan Ilir, sudah dinyatakan padam.
Suaka Margasatwa Dangku di Kabupaten Musi Banyuasin juga telah padam setelah penanganan bersama Manggala Agni Kemenhut, TNI, BKSDA, BPDAS, dan masyarakat. Sementara di Kabupaten Ogan Komering Ilir, penanganan berlanjut di Talang Rimba, Kecamatan Cengal, dan Tanjung Batu, Kecamatan Tulung Selapan.
Di Talang Rimba, hujan sempat turun sebelum tim tiba. Namun pemantauan drone dan pemeriksaan darat tetap menemukan titik api aktif. Di Tanjung Batu, petugas menangani kebakaran permukaan dan bawah permukaan lahan gambut.
Bara Gambut Bisa Bertahan di Bawah Permukaan
Hujan dan turunnya jumlah hotspot belum cukup memastikan kebakaran benar-benar berakhir. Pada lahan gambut, bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran bila tidak ditangani menyeluruh.
Karena itu petugas terus melakukan pembasahan, pendinginan, penyisiran bara, penyekatan penjalaran api, dan mopping up hingga lokasi dinyatakan aman. Pola penanganan serupa diterapkan di Jambi, tempat tim BKO Manggala Agni Kemenhut masih memadamkan kebakaran di Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
61 Armada Udara Dikerahkan
Operasi udara diperkuat hingga 25 Oktober 2026 dengan 61 unit armada. Rinciannya 24 unit pesawat untuk patroli, CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca, serta 37 helikopter untuk water bombing.
Bantuan Presiden melengkapi dukungan yang sudah berjalan: sumber daya BNPB, operasi modifikasi cuaca, water bombing, dukungan Kemenhut, dan anggaran pemerintah daerah. Di lapangan, Manggala Agni Kemenhut bergerak bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dan dunia usaha.