Pencarian

Kemiskinan Palembang Turun ke 8,35 Persen per Maret 2026, Ketiga Terendah di Sumsel

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 12:02:31 WIB
Kemiskinan Palembang Turun ke 8,35 Persen per Maret 2026, Ketiga Terendah di Sumsel
Kepala Diskominfo Palembang Kemas Haikal menyebut penurunan kemiskinan kota menjadi 8,35 persen pada Maret 2026 sebagai hasil program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan bersama seluruh pemangku kepentingan.

PALEMBANG — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang Kemas Haikal menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemkot bersama seluruh pemangku kepentingan. Data bersumber dari publikasi Profil Kemiskinan Kota Palembang Maret 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang.

Rata-rata persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan masih 10,15 persen pada September 2025. Angka nasional pada periode yang sama tercatat 8,25 persen, sehingga kemiskinan Palembang kini berada tak jauh dari rata-rata Indonesia.

Pagar Alam dan Banyuasin Masih di Atas Palembang

Kota Pagar Alam memimpin sebagai daerah dengan persentase kemiskinan terendah di Sumsel, turun dari 7,70 persen menjadi 7,12 persen. Kabupaten Banyuasin menyusul di posisi kedua, dari 8,48 persen menjadi 8,28 persen.

Palembang melengkapi tiga besar dengan 8,35 persen. Di bawahnya, Kabupaten OKU Timur berada di 8,55 persen dan PALI di 8,86 persen.

Dua Indikator Kualitas Hidup Penduduk Miskin Ikut Membaik

Haikal menjelaskan data BPS tidak hanya menunjukkan berkurangnya jumlah penduduk miskin. Kualitas hidup mereka yang masih tergolong miskin juga membaik, terlihat dari dua indikator utama.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun 0,18 poin menjadi 1,22 pada Maret 2026. "Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk miskin semakin dekat ke Garis Kemiskinan. Artinya, mereka semakin sejahtera," kata Haikal.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) tercatat 0,27, turun 0,05 poin dari Maret 2025. "Ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri semakin mengecil dan semakin merata," ujarnya.

Muratara Catat Penurunan Paling Tajam se-Sumsel

Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat penurunan paling tajam. Angka kemiskinan di sana turun dari 15,25 persen menjadi 11,70 persen.

Sejumlah daerah lain juga mencatat perbaikan. Kabupaten Muara Enim turun dari 9,45 persen ke 8,98 persen, Musi Banyuasin dari 9,97 persen ke 9,07 persen, dan Ogan Ilir dari 11,69 persen ke 11,01 persen.

Kota Prabumulih mencatat penurunan lebih tipis, dari 9,75 persen menjadi 9,37 persen. Sementara Musi Rawas hanya turun 0,09 poin, dari 12,68 persen menjadi 12,59 persen.

"Ini bukti bahwa program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kota Palembang bersama seluruh stakeholder berjalan efektif dan tepat sasaran," tegas Haikal.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks