LAHAT — Ratusan hektare sawah di Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, terancam tidak bisa ditanami akibat kemarau panjang. Kepala Dinas PUPR Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., mengidentifikasi perlunya normalisasi aliran sungai setelah melakukan survei langsung ke lokasi bersama para kepala desa setempat.
Penurunan debit Sungai Lematang membuat air tidak mampu menjangkau areal persawahan warga. Akibatnya, sejak tiga bulan terakhir para petani di tiga desa terpaksa menghentikan aktivitas bercocok tanam.
Penyebab Sawah Kekeringan: Debit Sungai Lematang Menyusut
Jeffran menyatakan bahwa perubahan aliran air terjadi karena kondisi sungai yang mengalami penyusutan debit selama musim kemarau. Hasil survei menunjukkan aliran air tidak mampu menjangkau lahan persawahan di tiga desa penerima manfaat.
"Setelah survei ke lokasi, memang harus dilakukan normalisasi. Faktor penyebab terjadinya perubahan aliran sungai diakibatkan karena kemarau sehingga sawah di tiga desa penerima manfaat harus menunggu musim hujan," ujar Jeffran.
Dinas PUPR Lahat berkomitmen mengupayakan langkah penanganan secepat mungkin agar persoalan ini tidak semakin membebani masyarakat. Normalisasi diharapkan dapat mengembalikan aliran air menuju persawahan sehingga para petani dapat kembali mengolah lahan mereka.
Petani Terdampak: Tiga Bulan Tak Bisa Menggarap Sawah
Febri (43), warga Desa Jati, mengungkapkan bahwa selama kurang lebih tiga bulan aliran air tidak lagi mencapai area persawahan. Kondisi ini memaksanya dan petani lain di desa tersebut berhenti beraktivitas di sawah.
"Akibat kemarau selama tiga bulan kami tidak melakukan aktivitas di persawahan karena debit air Lematang kecil sehingga tidak bisa mengalir ke sawah. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lahat dan ketiga kepala desa yang telah mengupayakan normalisasi," kata Febri.
Kekeringan ini tidak hanya menghentikan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga berpotensi memengaruhi penghasilan masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian. Para petani berharap rencana normalisasi segera direalisasikan agar aliran air kembali menjangkau areal persawahan.
Apresiasi Kepala Desa atas Respons Cepat Pemkab
Kepala Desa Jati, Hadi, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah, terutama Dinas PUPR yang telah turun langsung melihat kondisi irigasi. Menurutnya, penanganan persoalan ini sangat dinantikan masyarakat karena keberadaan aliran air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian.
"Harapan kami persawahan di tiga desa ini dapat kembali ditanam. Kepada Pemerintah Kabupaten Lahat kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Desa Pagar Batu, Desa Kuba dan Desa Jati," ungkap Hadi.
Jika penanganan berjalan sesuai harapan, sekitar 148 hektare lahan pertanian di tiga desa tersebut diharapkan dapat kembali produktif. Langkah cepat Pemkab Lahat melalui Dinas PUPR menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan mata pencaharian masyarakat.
Penanganan infrastruktur irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian, terutama di tengah kondisi cuaca dan musim kemarau yang dapat memengaruhi ketersediaan air bagi lahan persawahan. Masyarakat kini berharap tindak lanjut normalisasi tidak berhenti pada peninjauan lapangan, tetapi segera diwujudkan sehingga para petani dapat kembali menggarap sawah dan mempertahankan produktivitas pertanian mereka.