PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan kembali memutus rantai peredaran narkotika lintas provinsi. Sebanyak 6.000 butir pil ekstasi yang diduga kuat berasal dari Medan berhasil dicegat sebelum sempat beredar di wilayah Sumatera Selatan.
Mengapa Operasi Ini Berhasil Menggagalkan Pengiriman Besar-besaran?
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Yulian Perdana menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi intelijen mengenai pengiriman narkotika dari Sumatera Utara menuju Palembang menggunakan kendaraan pribadi. Tim gabungan dari Unit 2 dan Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba bersama Tim Teknologi Informasi Ditintelkam Polda Sumsel langsung melakukan pemetaan dan pelacakan pergerakan kendaraan.
"Setelah kendaraan terdeteksi memasuki wilayah Sumatera Selatan, personel melakukan pemantauan hingga akhirnya menghentikan kendaraan dan mengamankan seluruh barang bukti beserta para tersangka," ujar Kombes Yulian.
Kronologi Penangkapan Dua Kurir di Palembang
Petugas menghentikan sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang melintas di Kota Palembang. Kendaraan tersebut sempat berusaha menghindar sebelum akhirnya berhasil diamankan. Dari dalam mobil, polisi menangkap dua tersangka yang diduga berperan sebagai kurir.
Mereka adalah MZ (41), warga Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, dan MH (35), warga Kota Medan. Keduanya kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Apa Dampak Pengungkapan Ini bagi Peredaran Narkoba di Sumsel?
Penggagalan peredaran 6.000 butir ekstasi ini dinilai cukup signifikan. Jika sampai beredar, ribuan pil tersebut bisa menjangkau konsumen di berbagai titik di Sumatera Selatan, terutama di Palembang dan sekitarnya. Aparat terus mendalami jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pemodal atau pengendali di balik pengiriman ini.
Polda Sumsel juga terus mengintensifkan patroli dan pemantauan jalur masuk darat dari provinsi tetangga. Jalur Medan-Palembang merupakan salah satu rute utama yang kerap digunakan untuk penyelundupan narkotika jenis ekstasi dan sabu-sabu.
Bagaimana Modus Pengiriman Narkoba dari Medan ke Palembang?
Berdasarkan pengungkapan ini, modus yang digunakan para pelaku masih serupa dengan kasus-kasus sebelumnya: menggunakan kendaraan pribadi untuk mengelabui petugas di jalur darat. Barang bukti disembunyikan di dalam mobil dengan berbagai cara agar tidak mudah terdeteksi saat pemeriksaan biasa. Kombes Yulian menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sistem deteksi dini di titik-titik perbatasan Sumsel.