MUSI RAWAS — Sebanyak 3.650 bibit pohon ditanam di lahan seluas 5,7 hektare di kawasan konservasi Hutan Blok Teras, Kabupaten Musi Rawas. Bibit yang ditanam merupakan jenis pakan alami gajah, seperti Gaharu, Pulai, Meranti, dan Merbau.
Angka Interaksi Negatif Manusia-Gajah Capai 33 Kasus
Sepanjang 2024 hingga 2025, tercatat 33 interaksi negatif antara Gajah Sumatra dan manusia di bentang alam Benakat-Semanggus. Kawasan ini berbatasan langsung dengan wilayah kerja PEP Zona 4, khususnya di area Pendopo Field.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto menyebut langkah restorasi ini merupakan implementasi Biodiversity Action Plan (BAP) Zona 4 periode 2025-2029. “Tujuannya untuk memulihkan koridor hijau sehingga fungsi ekologis area lintas gajah ini tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Target Restorasi 28,6 Hektare dalam Lima Tahun
Dalam rencana aksi biodiversitas, PEP Zona 4 menargetkan pemulihan dan penyeimbangan habitat seluas 28,6 hektare hingga 2029. Capaian ini diperlukan untuk mencapai nilai Net Positive Impact (NPI) dari aktivitas perusahaan yang berdampak pada habitat Gajah Sumatra.
Pada 2025, perusahaan berhasil merestorasi 5,95 hektare lahan, melampaui target tahunan 5,72 hektare. Tingkat keberhasilan hidup tanaman mencapai 70 persen.
Dukungan Multipihak untuk Koridor Satwa Liar
Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Dinas Kehutanan Sumsel, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, termasuk PT Musi Hutan Persada.
Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Keanekaragaman Hayati DLHP Sumsel mengapresiasi inisiatif tersebut. “Harapannya bisa terus dijaga secara berkelanjutan agar bisa juga mengurangi emisi karbon,” katanya.
Pemetaan Jalur Jelajah dan Sumber Pakan Alami
Selain menanam pohon, PEP Zona 4 juga memetakan jalur jelajah gajah, mengidentifikasi sumber pakan alami, serta memantau habitat secara berkala. Upaya ini diperkuat dengan pengelolaan interaksi manusia dan satwa liar melalui kolaborasi multipihak.
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja di Sumatera Selatan, tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten. Seluruh kegiatan konservasi ini berada di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.