PALEMBANG — Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Jalan Ki Dede, Lorong Tango, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, berlangsung sejak pukul 13.30 WIB. Amaliah Sobli yang akrab disapa Lia menyampaikan materi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di hadapan peserta yang didominasi emak-emak.
Diskusi Hidup soal Penerapan Nilai Kebangsaan di Rumah Tangga
Alih-alih menjadi seremoni satu arah, para ibu-ibu di lokasi aktif bertanya dan berdialog. Beberapa peserta menanyakan bagaimana cara menanamkan nilai toleransi pada anak di tengah derasnya informasi digital. Amaliah menekankan bahwa peran ibu menjadi garda terdepan dalam pendidikan karakter di lingkungan keluarga.
“Empat Pilar MPR RI ini bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan memperkokoh keutuhan bangsa,” ujar anggota Komite IV DPD RI itu dalam sambutannya.
Bantuan Hadroh untuk Kegiatan Keagamaan Warga
Usai sesi diskusi, Amaliah menyerahkan bantuan seperangkat alat hadroh kepada kelompok ibu-ibu setempat. Bantuan itu langsung disambut dengan rasa syukur oleh peserta yang hadir. Hadroh tersebut rencananya akan digunakan untuk mengiringi pengajian, pembacaan shalawat, dan kegiatan sosial keagamaan lain di lingkungan RT setempat.
Menurut Amaliah, kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat ikatan sosial antarwarga. “Selain memperkuat wawasan kebangsaan, kegiatan keagamaan juga sangat penting untuk menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Harapan Warga: Kegiatan Serupa Berkelanjutan
Warga setempat menyambut positif agenda yang menggabungkan sosialisasi kebangsaan dengan bantuan sarana ibadah tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara berkala, tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga untuk memperkuat aktivitas sosial dan keagamaan di lingkungan permukiman padat penduduk seperti 30 Ilir.