Feby Herman Deru menyoroti pergeseran pola asuh yang menuntut keterlibatan penuh kedua orang tua. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh lebih kritis sehingga metode pendidikan harus terus diperbarui.
"Saya sangat mendukung gerakan edukasi pola asuh bagi anak dan balita. Orang tua perlu terus beradaptasi karena karakter anak zaman sekarang semakin kompleks," ujar Feby di Sekretariat TP PKK Sumsel, Senin (22/6/2026).
Ia menekankan bahwa pengasuhan bukan lagi beban eksklusif ibu. "Peran ayah sangat krusial dalam membentuk karakter anak. Edukasi mengenai pola asuh yang tepat harus digalakkan tidak hanya kepada orang tua muda, tetapi juga kepada kakek dan nenek," tambahnya.
Tiga Program Prioritas: Tamasya Hebat, Ayah Teladan, hingga Lansia Berdaya
Kepala BKKBN Provinsi Sumsel yang diwakili Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan Sumsel, Yuniarti, memaparkan program unggulan hasil kolaborasi ini. Pertama, Tamasya Hebat—akronim dari Taman Asuh Sayang Anak dan Kelas Orang Tua Hebat—yang bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan balita.
Kedua, Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang secara spesifik mendorong keterlibatan aktif ayah dalam urusan domestik. Ketiga, program Lansia Berdaya dan Berbudaya untuk memastikan kelompok usia lanjut tetap produktif dan dihargai dalam struktur keluarga.
Inisiatif bertajuk "Tamasya di Kerabat" ini disambut positif Feby sebagai wujud sinergi nyata menciptakan keluarga yang berkualitas dan harmonis.
Target Dampak: dari Generasi Muda hingga Kesejahteraan Lansia
BKKBN Sumsel berharap dukungan TP PKK tidak berhenti di tingkat provinsi. Mereka mengajak seluruh TP PKK di kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan untuk terlibat aktif agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Program-program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga secara holistik. Manfaat yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas generasi muda sekaligus kesejahteraan lansia di Sumsel.