Pencarian

Digitalisasi Dorong Transformasi Pariwisata Palembang, Pemkot Targetkan 1,5 Juta Wisatawan di 2025

Senin, 22 Juni 2026 • 14:21:31 WIB
Digitalisasi Dorong Transformasi Pariwisata Palembang, Pemkot Targetkan 1,5 Juta Wisatawan di 2025
Pemerintah Kota Palembang mengintegrasikan layanan digital di destinasi wisata untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

PALEMBANG — Ekosistem pariwisata di Palembang tengah mengalami pergeseran fundamental. Jika sebelumnya promosi mengandalkan brosur dan pameran konvensional, kini pemerintah kota memacu adopsi teknologi digital di seluruh rantai layanan, mulai dari pemasaran hingga sistem pembayaran di destinasi wisata.

Mengapa Digitalisasi Jadi Prioritas Pemkot Palembang?

Perubahan perilaku wisatawan pascapandemi menjadi pemicu utama. Data internal Dinas Pariwisata Palembang menunjukkan 78 persen wisatawan domestik mencari informasi destinasi melalui media sosial dan mesin pencari sebelum berangkat. Pemkot menilai ketergantungan pada kanal tradisional tidak lagi efektif menjangkau generasi muda yang menjadi mayoritas pelaku perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Sulaiman Amin, menyebut digitalisasi bukan sekadar membuat akun media sosial. "Kita integrasikan seluruh titik layanan, dari tiket masuk ke Benteng Kuto Besak hingga pemesanan homestay di Kampung Kapitan, dalam satu platform terpadu," ujarnya.

Apa Saja yang Berubah di Destinasi Wisata Palembang?

Sejumlah destinasi ikonik kini telah dilengkapi sistem tiket elektronik dan pemindai kode QR. Di kawasan Jembatan Ampera dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, pengunjung dapat membeli tiket melalui aplikasi sebelum datang. Sistem ini, menurut pemkot, memangkas waktu antrean hingga 40 persen pada akhir pekan.

Pemkot juga mendorong pelaku UMKM kuliner dan suvenir di 12 kampung wisata untuk menggunakan pembayaran non-tunai. Langkah ini dinilai memudahkan wisatawan asing yang kerap kesulitan dengan uang tunai. "Kami targetkan 500 merchant di kawasan wisata sudah terintegrasi QRIS pada akhir tahun ini," tambah Sulaiman.

Perbandingan dengan Daerah Lain di Sumatera

Palembang bukan yang pertama. Kota Medan dan Padang lebih dulu meluncurkan aplikasi wisata terintegrasi pada 2023. Namun, Pemkot Palembang mengklam pendekatan mereka lebih holistik karena mencakup pula sistem informasi kebudayaan dan event kalender tahunan. "Kami tidak hanya jual destinasi, tapi juga jadwal Festival Sriwijaya dan even balap perahu naga secara real-time," jelas Sulaiman.

Langkah ini dinilai pengamat pariwisata Universitas Sriwijaya, Hendra Gunawan, sebagai koreksi atas promosi yang selama ini terlalu bergantung pada event musiman. "Digitalisasi membuat promosi berjalan terus-menerus, bukan hanya saat even besar," katanya.

FAQ: Dua Pertanyaan Umum soal Digitalisasi Pariwisata

Apakah digitalisasi akan menghilangkan sentuhan budaya lokal?
Pemkot memastikan platform digital justru digunakan untuk memperkuat narasi budaya. Video pendek dan konten interaktif tentang proses pembuatan kain songket dan tradisi pempek akan menjadi konten unggulan di aplikasi resmi.

Bagaimana dengan wisatawan yang tidak paham teknologi?
Pemkot tetap menyediakan loket manual di setiap destinasi. Petugas juga disiagakan untuk membantu pengunjung lanjut usia atau mereka tanpa ponsel pintar. Digitalisasi bersifat opsional, bukan paksaan.

Bagikan
Sumber: sumatra.bisnis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks