PALEMBANG — BNPB memastikan dukungan armada udara untuk Sumatera Selatan terus berjalan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut akumulasi titik api di Sumsel mencapai 24 lokasi.
"Berdasarkan data terkini per Selasa, 9 Juni 2026, tercatat akumulasi 24 titik api di sejumlah wilayah Sumatra Selatan. BNPB terus memberikan dukungan operasi udara berupa helikopter patroli dan helikopter water bombing guna mempercepat upaya pengendalian kebakaran," kata Abdul dalam rilis yang diterima Kamis (11/6/2026).
Karhutla Juga Landa Aceh dan Riau
Eskalasi kebakaran tak hanya terjadi di Sumsel. Di Aceh, kebakaran hebat menghanguskan 98 hektare lahan yang tersebar di dua kecamatan Kabupaten Nagan Raya. Tim BPBD setempat bersama TNI, Polri, dan relawan kini mengoptimalkan dua unit mesin pompa air untuk penanganan darat. Separuh dari total area terbakar dilaporkan telah berhasil dijinakkan.
Sementara itu, kondisi di Riau relatif lebih terkendali. Kebakaran lahan seluas dua hektare di wilayah tersebut dipastikan telah padam sepenuhnya oleh tim gabungan.
Koordinasi Diintensifkan Sebelum Puncak Kemarau
BNPB memastikan koordinasi dengan BPBD di seluruh klaster rawan Sumatra terus diintensifkan. Langkah ini untuk memastikan kesiapan mesin pompa darat dan patroli udara dapat bergerak simultan. Hal ini merujuk pada hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan puncak kemarau akan segera tiba.
"Kami akan memastikan koordinasi diintensifkan dengan BPBD di seluruh klaster rawan Sumatra guna memastikan kesiapan mesin pompa darat dan patroli udara dapat bergerak simultan sebelum memasuki puncak kemarau," ujar Abdul.