SUMATERA SELATAN — Bermain di kandang sendiri selalu menjadi berkah bagi Meksiko. Dua kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, dua kali pula mereka menembus babak perempat final sebagai pencapaian tertinggi sepanjang sejarah. Kini, dengan status tuan rumah ketiga kalinya pada 2026, target ambisius itu coba dinaikkan satu level: semifinal.
Javier Aguirre dan Rafael Marquez: Duet Pengalaman di Bangku Pelatih
Javier Aguirre kembali dipercaya menukangi tim nasional pada Juli 2024 untuk periode ketiganya. Pelatih yang akrab disapa El Vasco itu sebelumnya membawa Meksiko tampil di Piala Dunia 2002 dan 2010, meski keduanya berakhir di babak 16 besar.
"Kami semua fokus pada tujuan akhir, yaitu agar Meksiko meraih Piala Dunia terbaik dalam sejarah kami," ujar Aguirre pada Maret 2025. Ia didampingi Rafael Marquez sebagai asisten pelatih—legenda yang pernah menjadi kapten tim di lima edisi Piala Dunia dan sukses bersama Barcelona.
Sejarah Panjang dan Kebangkitan dari Kegagalan di Qatar
Meksiko adalah salah satu dari 13 peserta Piala Dunia perdana pada 1930. Juan Carreo mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama negara itu di ajang tersebut. Sejak saat itu, El Tricolor hampir selalu hadir di panggung sepak bola terbesar dunia dan menjadi kekuatan utama di kawasan CONCACAF.
Namun, penampilan di Piala Dunia 2022 Qatar menjadi yang paling mengecewakan dalam beberapa dekade. Hasil imbang melawan Polandia, kalah dari Argentina, dan menang atas Arab Saudi membuat Meksiko gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak 1978. Kegagalan itu menjadi titik balik untuk bangkit di kandang sendiri.
Luis Hernandez dan Chicharito: Top Skor Sepanjang Masa di Piala Dunia
Dua nama tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Meksiko di Piala Dunia dengan koleksi empat gol: Luis Hernandez dan Javier "Chicharito" Hernandez. Rekor itu bisa terpecahkan jika skuad asuhan Aguirre mampu tampil tajam di hadapan publik sendiri pada 2026.
Dengan dukungan jutaan suporter dan keuntungan bermain di rumah sendiri, ambisi menembus semifinal bukan sekadar mimpi. Meksiko kini memiliki kombinasi pengalaman pelatih, legenda di bangku cadangan, dan sejarah panjang yang siap ditulis ulang.