PALEMBANG — Empat rumah semi permanen di Lorong Bersama, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang, hangus terbakar pada Sabtu (23/5/2026) siang. Peristiwa ini menyebabkan enam kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal mereka.
Api Mulai dari Lantai Dua Rumah Juliandi
Kobaran api pertama kali terlihat di lantai dua rumah milik Juliandi, salah satu warga setempat. Ia mengaku sempat mengalami pemadaman listrik di rumahnya sekitar pukul 10.30 WIB.
“Awalnya listrik di rumah tidak hidup, lalu saya menghidupkan melalui KWH listrik. Berselang 10 menit saya melihat api dari lantai dua,” ujar Juliandi kepada petugas kepolisian di lokasi kejadian.
Juliandi panik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya yang sebagian besar berdinding papan dan tripleks.
Warga Berteriak Kebakaran, 9 Mobil Damkar Dikerahkan
Melihat api tak kunjung padam, Juliandi berteriak memperingatkan penghuni rumah lain agar segera keluar. “Api tidak padam-padam dan terus membesar hingga menyambar rumah lain. Saya teriak kebakaran supaya penghuni rumah lainnya keluar semua,” katanya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung berhamburan membantu memadamkan api. Mereka juga menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, sembilan unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman.
Kapolsek: Tak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Dihitung
Kapolsek Seberang Ulu I Palembang Kompol Heri membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB atau satu setengah jam setelah pertama kali muncul.
“Piket Polsek SU I bersama piket Reskrim, Inafis, dan SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan para saksi,” jelas Kompol Heri.
“Data sementara ada empat rumah yang dihuni enam KK terbakar. Dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik di rumah korban Juliandi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tutupnya.
Rumah Semi Permanen di Kawasan Padat Jadi Sorotan
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kebakaran di permukiman padat penduduk dengan konstruksi semi permanen. Material kayu dan tripleks yang mudah terbakar membuat api cepat merambat dari satu rumah ke rumah lain. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan kerugian material yang dialami para korban.