PALEMBANG — Rumah Sakit Bhayangkara Palembang memastikan dua korban selamat dalam kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dalam kondisi stabil pascaoperasi. Keduanya, Ngadiono dan Jumiatun, menjalani tindakan pengangkatan jaringan mati akibat luka bakar yang cukup parah.
Kepala RS Bhayangkara Palembang, Komisaris Besar Polisi dr. Budi Susanto, mengatakan operasi juga mencakup pembersihan kotoran yang menempel di bagian tubuh korban. "Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar," ujarnya di Palembang, Selasa.
Luas Luka Bakar Berkurang, Satu Korban Segera Dipindahkan ke Ruang Rawat Biasa
Dari hasil evaluasi tim medis, kondisi Ngadiono menunjukkan perkembangan paling signifikan. Luas luka bakar yang dideritanya kini berkurang menjadi sekitar 30 persen dan direncanakan segera dipindahkan ke ruang rawat bedah biasa.
Situasi berbeda dialami Jumiatun. Selain luka bakar, ia mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat kejadian dan masih menggunakan alat bantu napas di ruang ICU. Tim dokter masih terus melakukan observasi ketat terhadap kondisinya.
Delapan Jari Tangan Rusak Berat, Terancam Diamputasi
Kondisi tangan kedua korban menjadi perhatian khusus. Dokter Budi menjelaskan, kerusakan jaringan saraf, tulang, dan tendon terjadi pada delapan jari tangan kanan dan kiri. "Dari gambaran, ini kiri kanan ya. Jadi, kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak," jelasnya.
Saat ini tim medis masih melakukan observasi untuk menentukan apakah amputasi perlu dilakukan. Keputusan akan diambil setelah melihat perkembangan jaringan dan respons tubuh korban terhadap perawatan.
Identifikasi 17 Kantong Jenazah Masih Berlangsung, Hasil DNA Ditunggu
Di sisi lain, RS Bhayangkara Palembang masih memproses identifikasi terhadap 17 kantong jenazah korban meninggal dunia. Pihak rumah sakit belum bisa mengumumkan nama-nama korban secara resmi karena masih menunggu hasil uji DNA.
"Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikan statement ya karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Budi. Hasil uji DNA diperkirakan baru bisa keluar pada Rabu (13/5).