Pencarian

BMKG Modifikasi Cuaca Sumsel Selama 10 Hari Guna Cegah Karhutla

Selasa, 05 Mei 2026 • 21:07:01 WIB
BMKG Modifikasi Cuaca Sumsel Selama 10 Hari Guna Cegah Karhutla
Tim BMKG melakukan penyemaian garam ke awan untuk modifikasi cuaca di Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera Selatan selama 10 hari. Langkah mitigasi ini bertujuan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum memasuki puncak musim kemarau 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa operasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 14 Mei 2026. Selama periode tersebut, tim akan melakukan intervensi cuaca secara intensif di langit Sumatera Selatan.

Teknis Operasi: Penyemaian Dua Ton Garam Setiap Hari

Dalam pelaksanaannya, BMKG merencanakan dua kali sortie penerbangan setiap hari. Setiap satu kali sortie, petugas akan menyemai satu ton Natrium klorida (NaCl) atau garam ke awan-awan potensial di wilayah target.

“Selama periode tersebut direncanakan dilakukan dua kali sortie setiap hari,” ujar Siswanto di Palembang.

Dengan skema dua penerbangan per hari, total akan dilakukan sebanyak 20 sortie selama masa operasi 10 hari tersebut. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan curah hujan buatan guna membasahi ekosistem gambut yang mulai mengering.

Lima Kabupaten di Sumsel Jadi Fokus Pembasahan Lahan

Operasi ini tidak menyasar seluruh wilayah, melainkan fokus pada daerah yang secara historis memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Lima daerah yang menjadi target utama meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Intervensi ini menjadi krusial karena karakteristik lahan gambut di wilayah tersebut sangat mudah terbakar jika kehilangan kelembapan dalam waktu lama. BMKG memprioritaskan area ini untuk memastikan cadangan air di lahan gambut tetap terjaga.

“Fokus utama OMC ini adalah menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar saat puncak musim kemarau,” kata Siswanto menjelaskan tujuan strategis operasi tersebut.

Melalui langkah pre-emptif ini, BMKG berharap risiko bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan akibat karhutla dapat diminimalisir saat kemarau melanda Sumatera Selatan nantinya.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks