Kualitas Udara di OKI Memburuk Akibat Kabut Asap, Pemkab Siapkan 80.000 Masker dan 5.000 Vitamin untuk Warga dan Pelajar

Penulis: Amril Fauzan  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:02:31 WIB

OKI — Dinas Kesehatan Kabupaten OKI memastikan stok alat pelindung diri aman di tengah meningkatnya polusi udara. Sebanyak 80.000 masker dan 5.000 vitamin telah disiapkan dan mulai disalurkan ke masyarakat pada Senin (24/8) lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H Alamsyah, menyebut pembagian dilakukan bertahap, terutama di titik-titik dengan aktivitas dan mobilitas penduduk yang cukup tinggi. "Kemarin mulai kita sebar. Ketersediaan stok saat ini ada 80.000 pcs masker serta 5.000 vitamin," katanya, Selasa (25/8).

Pembagian logistik ini akan terus dievaluasi mengikuti kondisi lapangan. Pemerintah daerah berupaya memastikan warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah tetap punya perlindungan dasar dari paparan asap.

Warga Diminta Waspadai Gejala ISPA dan Iritasi Mata

Selain membagikan masker, Dinas Kesehatan OKI memperkuat sosialisasi pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masyarakat diimbau membatasi paparan asap dan selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Alamsyah mengingatkan warga untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, cukup beristirahat, serta menjaga kebersihan tangan. "Keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, iritasi mata, hingga sesak napas perlu diwaspadai. Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ujarnya.

Kegiatan Olahraga dan Ekstrakurikuler di Sekolah Ditiadakan Sementara

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal, namun aktivitas siswa di luar ruangan harus menyesuaikan kondisi udara.

"Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, perlu dikurangi atau ditiadakan sementara jika kondisi udara tidak sehat," jelas Refly.

Sekolah diminta lebih aktif memantau kesehatan siswa selama jam pelajaran. Jika ditemukan keluhan seperti tenggorokan teriritasi, mata perih, batuk, atau sesak napas, pihak sekolah harus memberikan penanganan awal dan segera berkoordinasi dengan orang tua.

Pemkab OKI akan terus mengikuti perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan berikutnya. Koordinasi antarlembaga diperkuat agar respons pemerintah bisa disesuaikan dengan situasi di lapangan.

"Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya. Namun, pada saat yang sama, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama," tandasnya.

Reporter: Amril Fauzan
Sumber: mattanews.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top