PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini soal udara kabur yang masih melanda Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin, 24 Agustus 2026. Fenomena ini patut diwaspadai, terutama pengguna jalan yang berkendara di pagi hari. Jarak pandang bisa berkurang drastis.
Prakiraan cuaca yang dirilis melalui laman resmi bmkg.go.id menunjukkan tidak semua daerah di Sumsel mengalami kondisi serupa. Sebagian besar wilayah lain justru diprediksi cerah hingga berawan sepanjang hari. Ini memberi jeda dari potensi kabut yang menyelimuti ibu kota provinsi.
Dua kabupaten di Sumatera Selatan bagian selatan justru diprediksi diselimuti cuaca cerah. Ogan Komering Ulu (OKU) diperkirakan cerah dengan suhu berkisar 24 hingga 35 derajat Celsius. Kelembapan udara di wilayah ini berada di angka 38 hingga 87 persen.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga diprediksi cerah sepanjang hari. Suhu di OKI diperkirakan berada di kisaran 23 sampai 34 derajat Celsius. Kelembapan udaranya lebih tinggi, yakni 43 hingga 96 persen, namun masih tergolong normal untuk wilayah dataran rendah Sumsel.
Kabut yang menyelimuti Palembang umumnya terjadi akibat tingginya kelembapan udara di pagi hari. Area dekat aliran sungai dan dataran rendah menjadi yang paling rentan. Fenomena ini biasanya muncul saat transisi musim, ketika suhu permukaan turun drastis pada malam hingga dini hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengendara sepeda motor, diimbau menyalakan lampu utama meski di siang hari. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut bisa meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Ruas jalan arteri dan jalur lingkar kota menjadi titik yang paling rawan.
Bagi warga dengan gangguan pernapasan, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah tetap disarankan. Meski kabut bukanlah asap, partikel air yang menggantung di udara bisa membawa polutan. Risiko kesehatan meningkat jika terhirup dalam waktu lama.
BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa Sumatera Selatan masih berada dalam masa transisi menuju musim kemarau. Kondisi ini kerap memicu dinamika cuaca yang berubah cepat. Wilayah dataran tinggi Sumsel bagian barat berpotensi mengalami hujan deras dalam waktu singkat.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Pembaruan prakiraan cuaca dilakukan secara berkala. Warga bisa menyesuaikan aktivitas harian mereka dengan kondisi atmosfer di masing-masing daerah.