PALEMBANG — Arvie Tanjung, mahasiswi baru Prodi D-3 Sanitasi Poltekkes Kemenkes Palembang, meyakini bahwa Pancasila adalah landasan karakter yang harus dihidupi, bukan hanya dihafal. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa baru, ia berupaya mengamalkan setiap sila dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.
Menurut Arvie, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan. Ia menilai pengamalan nilai-nilai Pancasila justru menjadi fondasi untuk membentuk pribadi yang beriman, peduli, dan berkeadilan.
Pada sila pertama, Arvie membiasakan diri meluangkan waktu berdoa sebelum memulai perkuliahan. Ia juga turut serta dalam doa bersama ketika teman yang beragama lain hendak beribadah, tanpa mengganggu jalannya kegiatan tersebut.
Pengamalan sila kedua ia praktikkan saat menolong teman yang jatuh dan terluka dalam perjalanan menuju kampus. Meski tengah terburu-buru masuk kelas, Arvie memilih mengantarkan temannya itu ke ruang kesehatan terlebih dahulu.
Di sila ketiga, Arvie aktif dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan kampus bersama teman-teman satu angkatan. Kegiatan ini ia jalani tanpa membeda-bedakan asal daerah atau suku, sebagai wujud nyata persatuan Indonesia.
Dalam sila keempat, Arvie menerapkan musyawarah saat menyusun jadwal piket kelompok. Ia mendengarkan pendapat semua teman dan memilih keputusan yang paling disepakati bersama, bukan memaksakan kehendak pribadi.
Sila kelima ia amalkan dengan selalu antre tertib saat membeli makanan di kantin. Arvie menegaskan bahwa ia tidak pernah mengambil hak orang lain dan kerap membagikan bekal makanannya kepada teman yang belum sempat makan.
Bagi Arvie, setiap hal kecil yang dilakukan adalah cara konkret mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata. Ia berharap kebiasaan ini terus terbawa hingga menjadi karakter dirinya sebagai tenaga sanitasi di masa depan.