OGAN ILIR — Kebakaran lahan seluas 15 hektare melanda Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi sejak sore hingga malam hari, melibatkan berbagai unsur petugas gabungan untuk menjinakkan si jago merah.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, S.Hut., M.P, mengungkapkan bahwa lokasi yang terbakar berada di kawasan Area Peruntukan Lain (APL). Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terkendala di sejumlah titik api yang sulit dijangkau.
Dari total 15 hektare lahan yang terdampak, petugas baru berhasil memadamkan api seluas 3,6 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di tiga titik lokasi yang berbeda.
"Dua titik berhasil dipadamkan sempurna, namun satu titik lainnya tidak bisa dijangkau oleh petugas," ungkap Ferdian Krisnanto. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar, gelam, gegas, dan sembelidang, dengan tipe kebakaran di permukaan tanah.
Operasi pemadaman melibatkan personel dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, Manggala Agni Daops SUM-XII/Muara Tebo, serta Manggala Agni Daops Sarolangun. Selain itu, unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, dan masyarakat setempat turut dikerahkan ke lokasi.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil tangki Daops Banyuasin dan satu unit mobil water tank Karhutla Polri. Dua unit pompa jinjing beserta peralatan tangan juga digunakan untuk menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan besar.
Kebakaran lahan di kawasan APL ini menjadi perhatian serius mengingat lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga. Petugas masih berupaya melakukan pembasahan di titik api yang belum bisa dijangkau agar api tidak kembali menyala dan meluas ke area lain.