PALEMBANG — Direktur Teknik Perumda Tirta Musi Palembang, Azharuddin, menyatakan penurunan muka air Sungai Musi akibat kemarau panjang tidak mengganggu operasional secara keseluruhan. Pihaknya menilai karakteristik sungai yang pasang surut membuat pengurangan debit yang terjadi sangat kecil dan tidak signifikan.
"Alhamdulillah, meskipun saat ini kita berada di tengah kemarau panjang dan level air Sungai Musi turun sekitar 1,5 hingga 2 meter, kualitas dan kuantitas air masih normal," ujar Azharuddin.
Pendalaman Intake dan Pergeseran Titik Pompa
Azharuddin menjelaskan penurunan debit air bukan hal baru bagi Perumda Tirta Musi. Langkah antisipasi sudah dilakukan jauh sebelum kemarau mencapai puncaknya.
Salah satu langkah taktis yang dijalankan adalah pendalaman area intake. Titik pompa di Sungai Musi didalami dan digeser lebih maju ke tengah aliran sungai agar tetap bisa menyedot air baku saat permukaan surut.
"Kalaupun ada pengurangan, itu sangat kecil sekali dan secara umum masih aman," tambahnya.
Air Jernih Saat Kemarau Justru Jadi Tantangan Pengolahan
Tantangan utama yang dihadapi Perumda Tirta Musi selama musim kemarau bukan air keruh, melainkan kondisi sebaliknya. Saat kemarau, tingkat kekeruhan air atau turbidity cenderung rendah sehingga air tampak sangat jernih.
Kondisi itu menghadirkan persoalan tersendiri dalam proses pengolahan. Azharuddin memaparkan tingkat keasaman atau pH air Sungai Musi saat kemarau turun di bawah 5. Padahal, bahan penjenih seperti tawas bekerja optimal jika pH air berada di atas 6,5.
"Kalau musim hujan, air Sungai Musi keruh karena membawa sedimen dari hulu. Sebaliknya, saat kemarau airnya jadi jernih tapi bukan berarti bersih secara kimiawi. PH air menjadi rendah di bawah 5, padahal bahan penjenih seperti tawas bekerja optimal jika PH air berada di atas 6,5. Namun ini bisa diatasi," jelasnya.
Kualitas Air Baku Masih di Ambang Batas Aman
Hingga saat ini, kualitas air baku masih berada di ambang batas aman. Penggunaan bahan kimia untuk pengolahan juga masih terkendali tanpa kendala berarti.
Perumda Tirta Musi tetap menaruh atensi tinggi terhadap potensi kemarau yang berkepanjangan. Perusahaan daerah itu berharap musim kemarau segera berakhir agar kondisi Sungai Musi kembali normal.
"Dengan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang matang dari Perumda Tirta Musi, masyarakat Kota Palembang diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau ini," paparnya.
Warga Palembang diminta menggunakan air bersih secara bijak selama kemarau berlangsung. Langkah penghematan dinilai membantu menjaga kestabilan pasokan bagi seluruh pelanggan di kota itu.