Pencarian

Bio Paulin: Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho Bukti Pemain Lokal Berkualitas

Rabu, 07 Oktober 2026 • 22:03:31 WIB
Bio Paulin: Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho Bukti Pemain Lokal Berkualitas
Pelatih Persekabpas Pasuruan, Bio Paulin, menilai gelar FIFA ASEAN Cup 2026 membuktikan kualitas pemain lokal.

SUMATERA SELATAN — Bio Paulin menilai gelar FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Timnas Indonesia membuktikan pemain lokal tetap punya kualitas bersaing di level tertinggi. Pelatih Persekabpas Pasuruan itu menyoroti peran Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho yang berani membawa bola ke depan saat diberi kesempatan.

Timnas Indonesia memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Laga berjalan ketat hingga babak extra time dengan skor 2-2, sebelum pasukan John Herdman menang 4-2 lewat drama adu penalti.

Bagi Bio Paulin, pencapaian itu bukan sekadar soal trofi. Pelatih Persekabpas Pasuruan tersebut melihatnya sebagai pembuktian bahwa pemain lokal masih mampu bersaing di level tertinggi, di tengah derasnya arus pemain keturunan yang memperkuat Tim Garuda.

Peran Egy dan Ridho Saat Diberi Kesempatan

Bio secara khusus menyoroti kontribusi Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho selama turnamen. Ridho tercatat menyumbang satu gol dan satu assist, sementara pergerakan Egy berperan dalam lahirnya gol-gol penting Tim Garuda, termasuk saat bersua Bangladesh dan Thailand.

"Kenapa? Kami punya banyak keturunan yang harus lebih bagus, mereka main di tim-tim besar tapi jangan meremehkan pemain lokal. Pemain lokal juga punya potensi yang sangat bagus untuk bermain di level tertinggi," ujar Bio kepada Bola.com, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, keberanian kedua pemain itu menjadi faktor utama. Ketika masuk sebagai pergantian, Egy dan Ridho tidak ragu membawa bola ke depan dan mengambil inisiatif serangan.

"Jadi, kenapa saya ngomong begini karena kita bisa lihat kemarin ketika ada pergantian Egy Maulana dan Rizky Ridho yang masuk, mereka berani. Berani untuk membawa bola ke depan. Itu yang menjadi faktor utama," katanya.

Mengakhiri Penantian 35 Tahun

Gelar ini terasa kian istimewa karena Timnas Indonesia mengakhiri penantian 35 tahun untuk trofi di level senior. Kali terakhir Tim Garuda menjadi juara turnamen pada SEA Games 1991.

Meski mengapresiasi pencapaian tersebut, Bio enggan menilai kinerja orang lain secara berlebihan. Ia mengingatkan bahwa menilai performa pelatih atau pemain harus dilakukan dengan sudut pandang yang positif.

"Saya sebenarnya tidak suka menilai kinerja orang lain karena saya juga pelatih. Menilai kinerja orang lain itu sangat mudah tapi ketika menilai kita harus juga positif," tutur mantan bek Persipura Jayapura itu.

Catatan untuk Final: Harus Lebih Agresif

Bio tetap memberikan evaluasi terhadap performa Indonesia di partai final. Menurutnya, Tim Garuda seharusnya bisa tampil lebih agresif setelah Thailand harus bermain dengan 10 orang.

"Strategi yang pelatih kemarin memang tidak agresif ya. Dengan pertandingan seperti kemarin sebenarnya mereka harus lebih agresif, lebih menguasai laga apalagi lawan tinggal 10 pemain," ucap pelatih berusia 42 tahun itu.

Ia juga menyoroti komunikasi antar pemain yang dinilai masih kurang, terutama dalam situasi kapan harus menghentikan umpan silang dan bagaimana merespons pergerakan lawan. Baginya, hal itu menjadi bahan evaluasi penting ke depan.

"Ya jadi di mana harus stop crossing, lawan yang muncul, ya saya lihat itu pasti ada komunikasi yang kurang dan juga harus evaluasi," pungkasnya.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks