SUMATERA SELATAN — Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh 9-2 pada laga pamungkas Grup A. Kemenangan ini membawa Garuda ke partai puncak melawan Thailand, sekaligus menjaga misi meraih trofi pertama dalam 35 tahun.
Laga final akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB. Indonesia melaju dengan status juara grup setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia.
Poin Indonesia dan Malaysia sama-sama tujuh dari tiga pertandingan. Selisih gol keduanya identik, sembilan. Namun Garuda mencetak 11 gol berbanding 9 milik Malaysia, dan itulah yang menentukan siapa yang berhak ke laga puncak.
Malaysia Menang Besar, tapi Tak Cukup
Malaysia sebenarnya tampil garang di laga terakhirnya. Mereka membantai Singapura 6-0. Hasil itu tetap tidak cukup karena Indonesia lebih produktif di depan gawang.
Thailand menanti di final. Tim asuhan John Herdman itu membawa misi besar: trofi pertama Indonesia di pentas ini setelah 35 tahun penantian. Sementara Thailand datang dengan motivasi balas dendam usai kalah dari Vietnam di final Piala AFF.
Herdman: Satu Langkah Sudah Kami Ambil
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, langsung mengarahkan fokus pasukannya ke laga puncak. Ia menegaskan trofi pertama adalah target yang harus dikejar.
"Kami punya trofi pertama untuk dikejar dan mengukir sejarah, serta terus membuat negara ini bangga," tegas Herdman selepas laga kontra Bangladesh.
Herdman memberi ruang bagi para pemain untuk menikmati kemenangan atas Bangladesh, sebelum kembali fokus. Ia menyebut persiapan menghadapi Thailand harus dimulai dalam hitungan hari.
"Saya katakan kepada para pemain, mereka bisa memulihkan diri, menikmati momen malam ini, dan kemudian kita reset kembali, kita mulai lagi," tambahnya.
"Satu langkah telah kami ambil dan kami punya langkah lebih besar yang harus dihadapi dalam dua, tiga hari ke depan," tutupnya.
Sejarah Baru Menanti di SUGBK
Apa pun hasilnya, final ini akan melahirkan kampiun pertama FIFA ASEAN Cup, ajang yang baru digelar tahun ini. Indonesia dan Thailand sama-sama punya alasan kuat untuk tidak pulang dengan tangan kosong.
Bagi Indonesia, ini kesempatan mengakhiri puasa gelar regional yang panjang. Bagi Thailand, ini panggung pembalasan setelah kekecewaan di Piala AFF.
Duel di SUGBK menjadi penentu siapa yang lebih dulu menorehkan nama di buku sejarah turnamen ini.