Pencarian

Kabut Asap Selimuti Palembang, Jembatan Ampera Hilang dari Pandangan dan Udara Masuk Kategori Berbahaya

Senin, 05 Oktober 2026 • 09:32:31 WIB
Kabut Asap Selimuti Palembang, Jembatan Ampera Hilang dari Pandangan dan Udara Masuk Kategori Berbahaya
Kabut asap pekat menutupi Jembatan Ampera Palembang pada Senin pagi.

PALEMBANG — Pantauan sekitar pukul 07.00 WIB dari pangkal Jembatan Ampera menunjukkan ikon Kota Palembang itu tertutup pekat kabut asap. Jarak pandang di sejumlah kawasan pusat kota ikut menurun. Kondisi ini memperparah kualitas udara Palembang yang beberapa hari terakhir terdampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Kategori berbahaya pada indeks standar pencemaran udara Kota Palembang tercatat pada Minggu melalui aplikasi ISPUnet. Angka itu muncul di tengah upaya Pemkot Palembang mengantisipasi dampak musim kemarau dan karhutla.

Wali Kota Pantau Empat Titik Firespot di Perbatasan Palembang-Banyuasin

Pada Minggu malam, Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun langsung ke kawasan Talang Jambe, perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin. Di lokasi itu ia memantau empat titik firespot yang dilaporkan muncul.

Pemkot Palembang bersama Damkarmat, BPBD, dan tim gabungan membantu proses pemadaman. Lokasi kebakaran diduga berada di luar wilayah administrasi Kota Palembang.

"Jadi kita meninjau ada empat titik firespot. Kami ingin pastikan lahan yang terbakar itu berada di Palembang atau Banyuasin," kata Ratu Dewa.

Api di lokasi tersebut telah berhasil dikendalikan bersama. Berdasarkan informasi lapangan, lahan yang terbakar diduga merupakan bekas lahan perkebunan sawit yang ditelantarkan.

Pemkot Siapkan Draf Perwali Sanksi bagi Perusahaan Penelantar Lahan

Ratu Dewa menyatakan akan melaporkan temuan tersebut kepada Gubernur Sumatera Selatan. Pemkot Palembang tengah menyiapkan draf Peraturan Wali Kota terkait sanksi terhadap perusahaan yang menelantarkan lahan.

"Kami akan siapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menelantarkan lahannya," tegasnya.

Data sebelumnya menunjukkan tingginya ancaman karhutla di wilayah sekitar Palembang. Di Kabupaten Banyuasin tercatat 248 titik hotspot, dengan 192 di antaranya berada di kawasan kebakaran lahan gambut.

Distribusi Air Bersih dan Pendataan Camat-Lurah untuk Warga Kekeringan

Usai meninjau lokasi karhutla, Ratu Dewa menyambangi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di Jalan Sawah Jaya, Perumahan Al Zafa RT 016/RW 005, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju. Ia memastikan distribusi air bersih terus dilakukan bagi warga terdampak kekeringan.

"Pemerintah Kota Palembang terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi," ujar Ratu Dewa.

Ia menginstruksikan seluruh camat dan lurah aktif mendata wilayah yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.

"Saya minta camat dan lurah agar memantau tempat-tempat warga yang kesulitan air bersih selama kemarau ini terjadi," katanya.

Enam Puskesmas Siaga 24 Jam dan Imbauan bagi Kelompok Rentan

Pemkot Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap. Enam puskesmas disiagakan selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat buruknya kualitas udara.

BMKG sebelumnya meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan pelindung mata.

Imbauan itu terutama ditujukan bagi kelompok rentan dan warga yang memiliki gangguan pernapasan. Kewaspadaan diminta meningkat seiring kabut asap yang kembali menyelimuti Palembang pada Senin pagi.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rakyatpembaruan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks